Pernyataan Sikap MIUMI Tentang RUU KKG


PERNYATAAN SIKAP
MAJELIS INTELEKTUAL & ULAMA MUDA INDONESIA (MIUMI)
TENTANG
RUU KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER
Setelah mengkaji dengan seksama Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender  (RUU-KKG), berdasarkan draft yang dibuat panja DPR  (Timja/24/Agustus/2011)- naskah terlampir- maka kami menyatakan sikap sebagai berikut:
  1. Secara subsantial dan mendasar  definisi “Gender” (pasal 1:1) bertentangan dengan Islam, dan karena itu, seluruh ketentuan yang terkait dengan definisi tersebut tidak dapat dibenarkan, menurut ajaran Islam. Sebab, pembagian peran  dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam Islam TIDAK berdasarkann pada BUDAYA, tetapi berdasarkan WAHYU yang bersifat lintas zaman dan lintas budaya.
  2. Maka "kesetaraan" dan "keadilan" dalam RUU ini (pasal 1:2 dan 3) pun bertentangan dengan ajaran Islam, sebab kesetaraan dan keadilan dalam Islam tidaklah berarti persamaan antara laki-laki dalam semua hal.
  3. RUU-KKG (pasal 4) memberikan gambaran yang  yang keliru dan berlebihan tentang kemajuan dan peran perempuan dalam pembangunan , sehingga memaksakan keterlibatan perempuan di dalam ruang publik, di semua lembaga pemerintah dan non pemerintah, dan mengucilkan makna peran perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pendidik anak-anak di rumah.
  4. RUU KKG (pasal 67 dan 70) berpotensi besar untuk mengkriminalkan umat islam yang karena keyakinan agamanya melakukan pembedaan peran,tanggung jawab,dan kewajibaban antara laki-laki dan perempuan.
  5. RUU-KKGN tidak menyebutkan agama sebagai salah satu asasnya,dan karnanya dapat dikatakan bahwa RUU tersebut adalah produk liberlisme yang bertantangan dengan agama dan budaya yang dianut oleh masyarakat Indonesia.
Karena begitu mendasarnya kekeliruan draft RUU-KKG ini dan mengingat dampak besar yang ditimbulkannya, di tengah bangsa Indonesia dan umat Islam khususnya, maka kami menyampaikan pernyataan sikap MENOLAK RUU-KKG dan menghimbau anggota DPR yang muslim untuk menyusun RUU sejenis yang berangkat dari kebutuhan pembangunan bangsa yang adil dan beradab, serta tidak mengabaikan ajaran-ajaran Islam.
Dengan Demikian pernyataan ini kami sampaikan, sebagai rasa tanggung jawab intelektual dan amanah risalah kenabian yang senantiasa wajib kita tegakkan bersama. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua di jalan-Nya yang lurus.
Jakarta, Jumadil Awwal 1433 H/8 April 2012
Majelis Pimpinan MIUMI

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (Ketua)                                              Bachtiar Nasir, Lc., MM (Sekjen)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More