Kaum Liberal Berjuang Mendukung Kesesatan

Semua pendapat yang bertentangan dengan aqidah dan keyakinan umat islam yang murni dipertahankan dan didukung sekuat tenaga oleh kaum liberal! Ya, itulah kerja mereka. mereka hidup hanya untuk menanmkan keragu-raguan dalam hati kaum muslimin. Semuanya pasang badan dan selalu bersiap siaga jika pendapat-pendapat yang nyleneh itu diserang, banyak cara yang mereka pergunakan, mulai dari artikel-artikel mereka, ceramah-ceramah, buku-buku, dan lain sebagainya.

Atas dasar kebebasan berpendapat, mereka memarahi dan menghujat orang-orang yang membela kebenaran dan keharuman nama islam. Atas nama studi ilmiah mereka melabrak dan menghancurkan sendi-sendi keislaman.


Ya, mereka itulah kaum liberal, kaum yang serba bebas, bebas berpendapat, bebas berbicara, bebas menulis, bahkan bebas beragama, semuanya diperbolehkan hanya karena atas dasar “kebebasan berpendapat.”


Mereka tak lagi mementingkan seberapa bergunanya agamanya bagi akhiratnya, yang jelas mereka tidak mau ada orang yang mengaku-ngaku benar sendiri, karena menurut mereka, kebebasan itu relativ. Tergantung siapa yang mengutarakannya, siapa aja boleh berpendapat dan tidak boleh menyalahkan pendaat orang lain.


Dunia ini serba bebas menurut mereka, tidak boleh ada orang yang mengatur-atur ini salah, ini benar. Kalau mau kafir ya silahkan, kalau mau islam juga boleh, karena menurut mereka semua agama itu sama, tujuannya sama yaitu surga dan rahmat tuhan, hanya cara-cara beragama saja yang berbeda. Mau lesbi, mau homo, mau yang biasa-biasa aja juga boleh, karena seorang liberal berkata; “Allah mengharamkan homoseks pada zaman Nabi Luth itu karena mnusia pada saat itu masih sangat terbatas, jadi dikhawatirkan jika lelaki menikah sama lelaki maka tidak akan ada yang melanjutkan generasi, sedangkan sekarang, proyek Allah untuk menciptakan manusia ini sudah kebablasan sehingga homoseks pada zaman ini sudah tidak dilarang lagi.”, ada juga yang mengatakan, mau berzina, mau tidak, juga boleh, karena ada seorang liberal yang mengatakan; “wong masalah islam dan kafir saja, Allah berikan pilihan sama kita dan kita bebas memilih, lah kok ini masalah segumpal daging yang berada di antara dua paha aja kok dipermasalahkan,”


Hidup ini harus bebas, kita tidak boleh diatur oleh satu aturanpun di dunia ini. Karena yang menciptakan dunia dan manusiapun memberikan pilihan kepada kita antara islam dan kafir, terserah, mau pilih yang mana, ini menurut mereka.


Ketika ada seorang uskup agung yang berkata kepada seorang liberal; anda dan saya seiman meskipun beda agama, langsung ketka itu orang liberal tadi membenarkan ucapannya, masya Allah, perkataan kufur seperti ini dibela bahkan dipertahankan, seakan-akan itulah aqidah dia dalam beragama! Ia berkata; “apakah tidak bisa dikatakan sama kepada orang yang sama-sama percaya kepada tuhan? Sama-sama percaya terhadap nabi-nabi dan utusan, sama-sama percaya terhadap malaikat, sama-sama percaya terhadap jin, neraka dan surga?,” orang liberal tadi mendukungnya dengan segudang logika yang rusak dan dalil yang dicomot-comot.


Ketika ada yang mengatakan alquran itu makhluq maka merekapun mendukungnya dengan penuh kekuatan, alquran itu karya budaya menurut mereka. perkataan bathil seperti inipun mereka tidak berhenti untu membelanya, bahkan setelah itu merekalah yang menyebarkan paham yang sangat bathil dan rusak ini.


Itulah mereka, itulah kedok mereka, itulah sifat mereka, mereka beragama hanya untuk main-main, yaitu mempermainkan ayat-ayat alquran, setiap ada yang bathil maka itulah yang mereka bela, setiap ada yang menyimpang maka disitulah mereka menyiapkan untuk mendukungnya dengan segudang dalil akal dan dalil teks yang diacak-acak dan main comot sana comot sini.


Marilah kita mendoakan kepada mereka agar mereka bertobat dari kemunafikan dalam beragama, mudah-mudahan mereka mendapatkan hidayah, karena jika kemunafikan itu masih bersarang dalam hati-hati mereka maka sesungguhnya mereka itulah syetan yang berwujud manusia, mereka itulah musuh dalm selimut! 


oleh: Muhammad Istiqamah 

(Muis/LPPIMakassar.blogspot.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More