Kasus Syiah Sampang, Tajul Muluk resmi sebagai tersangka penodaan agama


 

  • Kepolisian Daerah (Polda) Jatim juga telah menetapkan pimpinan pondok pesantren (ponpes), Tajul Muluk sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama.
  • PWNU Jatim: Penetapan Tajul Muluk sebagai tersangka dan diamankan dalam sementara waktu diperlukan agar kondisi Sampang kembali kondusif. Kalau pemicunya tidak diamankan, ujar Mutawakkil yakin, Sampang akan tetap bergejolak
Inilah berita-beritanya.
***
KASUS SYIAH SAMPANG 
Tajul Muluk Resmi Ditetapkan Tersangka 
SURABAYA - Konflik tuduhan penodaan agama yang ditujukan ke pengikut ajaran Syiah dari Sampang-Madura kembali menemui babak baru. Kini Kepolisian Daerah (Polda) Jatim juga telah menetapkan pimpinan pondok pesantren (ponpes), Tajul Muluk sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama.

Kepastian ditetapkannya Tajul Muluk sebagai tersangka diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Dedi Prihambudi, Senin (19/3) pagi tadi. “Hari ini Tajul Muluk telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama. Dan pagi tadi Tajul dipanggil oleh pihak Polda Jatim,” ujar Dedi saat dikonfirmasi.

Dedi mengungkapkan, Tajul Muluk ditetapkan tersangka sesuai Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) nomor Sp.Sidik/47/I/2012/Ditreskrimum, tertanggal 27 Januari 2012 dan surat pemanggilan nomer S.Plg/626/III/2012/Ditreskrimum, tertanggal 16 Maret 2012. “Sebagai kuasa hukumnya, saya pun menyayangkan sikap Polda Jatim yang juga menetapkan Tajul sebagai tersangka dalam kasus ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, kasus yang menjerat Tajul ini akan menjadi kasus yang sangat sensitif karena sudah melibatkan soal keyakinan. “Persoalan keyakinan dan iman seperti ini tak seharusnya diadili,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi juga mempertanyakan, sikap Polda Jatim yang menetapkan Tajul sebagai tersangka atas tuduhan penodaan agama. Padahal menurutnya, mazhab Syiah Imamiyah yang dianut oleh pengikutnya Tajul adalah mazhab sah, dunia mengakui, dan dianut separuh kaum muslimin. “Jika Tajul ditetapkan sebagai tersangka, maka berarti mazhab Syiah dinyatakan mahzab yang salah. Padahal mahzab Syiah ini kan bukan mazhab yang baru saja lahir,” paparnya.

Selain itu, ia juga meragukan kemampuan polisi, jaksa, dan hakim yang akan menangani kasus ini. “Mereka pastinya sama sekali tak pernah dididik soal perbandingan teologi Islam khususnya Syiah Imamiyah,” tandas Dedi.

Karena hal itu, lanjut Dedi, andai Tajul diadili maka ia berharap, agar kasus Tajul Muluk yang kini ditangani Polda Jatim bisa diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Hal ini karena kasus ini sangat sensitif dan mengingat perlawanan terhadap pengikut ajaran Syiah sangat besar. Saya minta persidangan kasus ini nantinya dilakukan di PN Surabaya saja,” katanya.

Sementara itu, hingga pagi tadi, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib belum bisa dikonfirmasi terkait penetapan tersangka Tajul Muluk tersebut. Nomor yang biasa dihubungi para wartawan tidak aktif. Begitu juga dengan Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agus K Sutisna. fan, m34/ Senin, 19/03/2012 | 11:42 WIB/ surabayapost.co.id/

***
PWNU Jatim: Tajul Muluk perlu ditahan

Situs hidayatullah.com memberitakan, Sebelumnya, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH M Hasan Mutawakkil Alallah, menyatakan, bahwa penetapan sejumlah pelaku pembakaran rumah dan aset milik ustadz Tajul Muluk, tokoh Syi’ah di dusun Nangkernang desa Karagayam, kecamatan Omben, Sampang oleh aparat penegak hukum sebagai tersangka dinilai masih kurang adil.

Menurut Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini, pemicu dan penyebab terjadinya aksi pembakaran mestinya juga diamankan.

“Harapan PWNU Jatim dan PCNU Sampang, agar ada keadilan hukum. Kalau dari pihak pelaku pembakaran ditahan, maka pemicunya (Tajul Muluk, red) juga harus diamankan,” kata Kiai Mutawakkil dikutip laman, NU Online Senin (09/01/2012).

Menurut Kiai Mutawakkil, penetapan Tajul Muluk sebagai tersangka dan diamankan dalam sementara waktu diperlukan agar kondisi Sampang kembali kondusif. Kalau pemicunya tidak diamankan, ujar Mutawakkil yakin, Sampang akan tetap bergejolak. * demikian berita hidayatullah.com

(nahimunkar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More