Inilah lima tuntutan pembubaran JIL dan kelompok liberal



  • Ribuan kaum Muslimin mengikuti Apel Siaga Umat “Indonesia Tanpa Liberal”, di Bundaran HI, Jakarta, pada hari Jum’at (9/3/2012).
  • Lima tuntutan pemberangusan faham liberal dibacakan di depan ribuan pendukung aksi menolak liberal.
Inilah lima tuntutan pembubaran JIL dan sejenisnya
Saatnya Indonesia Menolak Liberal
Forum Umat Islam (FUI) menyatakan:
  1. Menuntut kepada pemerintah agar segera membersihkan bumi Indonesia dari keberadaan para pengasong liberal dan aliran sesat yang merupakan sampah di negeri ini dengan cara menghentikan dan melarang seluruh kegiatan pengasong liberal dan aliran sesat yang sudah difatwakan MUI, membubarkan organisasi formal maupun mantel mereka, membekukan aset-asetnya, serta menangkap dan mengadili para pimpinannya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas penodaan agama Islam yang mereka lakukan.
  2. Menuntut pemerintah melarang buku-buku liberal yang jelas menyerang dan menodai ajaran Islam seperti “Buku Lubang Hitam Agama” dan buku “Fiqh Lintas Agama” maupun produk-produk lainnya seperti Film Tanda Tanya (“?”) serta menangkap dan mengadili para pengarang/produsernya.
  3. Menuntut kepada pemerintah c/q Menteri Agama untuk membuat program pembinaan kepada para jamaah yang tersesatkan oleh pengasong liberal dan aliran sesat sehingga mereka betul-betul kembali ke jalan yang benar (ruju’ ilal haq) bukan sekedar dilarang lalu mereka berganti baju.
  4. Menyerukan kepada para ulama dan pimpinan ormas serta lembaga-lembaga Islam untuk merapatkan barisan memperkuat ukhuwah Islamiyyah untuk bersama-sama membentengi umat Islam dari bahaya sampah liberal dan aliran sesat dengan cara menutup celah-celah masuknya sampah liberal dan aliran sesat serta membina umat dengan pemikiran dan tsaqofah Islamiyyah yang benar sesuai tuntunan Al Quran dan As Sunnah.
  5. Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin dan saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk menjadikan para ulama waratsatul anbiya yang istiqomah yang berpegang kepada Al Quran dan As Sunnah, sebagai rujukan dalam memandang baik dan buruk dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk kehidupan politik dan ekonomi, sehingga akan memperoleh kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Semoga Allah SWT merahmati kita semua dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya sampah-sampah liberal dan aliran sesat yang merusak atmosfir kehidupan kita.  Wallahu Khairun Haafizha wahuwa Arhamur Raahimiin.
PERNYATAAN PERS
FORUM UMAT ISLAM
Jakarta, 16 Rabiul Akhir 1433 H/9 Maret 2012
Forum Umat Islam
Muhammad Al Khaththath
Sekretaris Jenderal
Sumber: suaraislam online/ ilustrasi si online
***
Umat Islam yang menolak JIL adalah mayoritas!
Ribuan Umat Islam mengadakan long march di Bundaran HI menuju Istana Negara Jakarta, menuntut dibubarkannya JIL dan kelompok liberal lainnya karena faham liberal yang membahayakan bagi Islam itu telah diharamkan MUI dalam fatwanya 2005.
JAKARTA - Ribuan kaum Muslimin mengikuti Apel Siaga Umat “Indonesia Tanpa Liberal”, di Bundaran HI, Jakarta, pada hari Jum’at (9/3/2012). Meski hujan mengguyur Jakarta, hal itu tak menyurutkan semangat kaum Muslimin untuk menyuarakan “Indonesia Damai Tanpa Liberal”. Puluhan ormas Islam turun ke jalan dengan mengenakan pakaian yang mayoritas putih dan sebagian memakai kaos bertuliskan “Indonesia Tanpa JIL”.
Aksi menolak Liberal itu bertambah seru dengan bergabungnya artis dan vokalis Band underground yang sama-sama menolak Liberal.
Ribuan Umat Islam yang hadir dari seluruh penjuru Jakarta dan wilayah sekitarnya menunjukkan bahwa Umat Islam yang anti-JIL (baca: Jaringan Iblis Laknatullah) lebih banyak jumlahnya. Jauh dari pandangan Hanung Bramantyo (sang provokator kekerasan) bahwa Umat Islam yang menolak JIL adalah minoritas.
Pada hari selasa (14/2) lalu, Hanung menantang Umat Islam untuk membuktikan siapa yang sebenarnya mayoritas, kelompok JIL teman-teman Hanung atau Umat Islam yang menolak JIL. Hanung menantang dengan mengatakan, “Terimakasih. Sudah saatnya, sudah saatnya kita harus menunjukkan siapa sebenarnya yang mayoritas dan siapa yang minoritas. Jangan sampai kita melihat, anak-anak kita melihat, saudara-saudara kita melihat, bahwa yang minoritas itu adalah yang merasa mayoritas dan mayoritas hanya diam saja”, kata Hanung mewakili suara JIL. Aksi di bundaran HI pada (14/2) lalu oleh orang-orang JIL, Hanung dan kawan-kawan, terkait “Indonesia Tanpa FPI”, hanya diikuti 50 orang saja  itupun gabungan dari para bencong, homo, cewek perokok, cowok gimbal dan penuh tato tak jelas.
Sejumlah orator dalam Apel Siaga “Indonesia Tanpa Liberal” menyatakan bahwa aksi di bundaran HI merupakan salah satu bentuk sikap umat Islam yang sebenarnya terhadap posisi JIL dan gerakan penistaan agama lainnya. Tidak seperti yang digembar-gemborkan media selama ini bahwa masyarakat Indonesia mendukung keberadaan JIL.
Maka ribuan Umat Islam yang turun ke jalan untuk menolak JIL kemarin adalah bukti bahwa “Kami lah (Umat Islam yang menolak JIL) yang mayoritas” dan “Kalian (JIL) adalah minoritas”.
sumber foto: SI-onlie
(siraaj/arrahmah.com) Sabtu, 10 Maret 2012 09:13:53
(nahimunkar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More