Ciri Khas Agama-agama


Kata orang, satu tujuan bisa dicapai dengan banyak cara, dianalogikan dengan jalanan, missal jika kita ingin ke karebosi (di makassar), maka bisa dituju dari berbagai arah, dari arah cendrawasih, kemudian dari arah gunung lompo battang, dari sentral, dari jl. Sulawesi dan banyak jalan yang bisa dilalui untuk menemukan karebosi. Bahkan ketika piala euro digelar, orang-orang mengatakan “banyak jalan menuju roma.” Analaogi semacam ini tidaklah tepat jika ingin disamakan dengan mengatakan bahwa jika ingin mencapai ridha allah atau surga maka bisa melalui agama manapun. Sebab masing-masing agama`mempunyai prinsip yang diyakini oleh masing-masing pemeluknya.

Dikarenakan perbedaan yang dianut umat manusia dalam hal keimanan mereka, maka kita dapatkan di dunia ini pun bukan hanya satu agama, masing-masing keyakinan keimanan yang ada tersebut, maka dibentuklah satu agama untuk satu keyakinan. 


Masalah keimanan adalah masalah yang sangat krusial, oleh karenanya banyak orang yang Saling berperang untuk mempertahankan keyakinan keagamaan masing-masing dari pemeluk agama. Oleh karena itu jika ada orang yang dilecehkan agamanya ia akan marah berat, atau malah mungkin ia akan membunuhnya, karena ia merasa sangat dihina prinsip hidupnya di dunia ini, karena keyakinan keagamaan itulah yang menjalankan hidupnya, dan seluruh hidupnya untuk agama.



Sebagai contoh, mari kita lihat perang salib. Perang yang sangat terkenal antara dua agama terbesar di dunia, Islam dan Kristen. Umat islam yakin bahwa Kristen sesat, kemudian sebaliknya orang Kristen percaya bahwa umat islamlah yang sesat, inilah alasannya. Nah, Sekarang mari kita bertanya, apakah alasan mereka saling bunuh-membunuh, apakah karena mereka rela melihat kesesatan terus-menerus diperjuangkan dan diajarkan?!, ini jelas bukan alasannya, justru dikarenakan satu agama yakin akan kebenarannya dan merekapun ingin memberikan petunjuk kepada kebenaran, agar tidak ada lagi ke-tidakbenar-an di atas bumi ini.


Dengan alasan itu pulalah pemerintah membuat undang-undang tentang SARA, untuk menjaga agar tidak saling melecehkan keyakinan yang dianut. 


Kenapa perlu banyak agama di dunia ini, itu dikarenakan-seperti yang kita sebutkan di atas-banyaknya keyakinan-keyakinan yang tidak mungkin dikumpulkan dalam satu payung, masing-masing keyakinan harus dibuatkan agama. Karena masing-masing dari mereka merasa benar, meskipun kadang tidak ditunjang oleh argumen-argumen yang kuat, baik itu dari naskah kitab suci ataupun secara logika.


Kemudian kita bertanya kepada masing-masing agama. Ini hanya sebagai contoh, jika umat islam bertanya kepada seorang Kristen, “apakah surga bisa dimasuki melalui jalannya agama islam?”, maka pasti orang Kristen tadi menjawab, “jelas tidak meungkin engkau masuk surga, jika anda ingin masuk surga, maka yakinilah bahwa tuhan itu tiga, dan juga yakinlah bahwa yesus sebagai anak tuhan itu disalib karena untuk menebus dosa anak manusia, kemudian setelah anda yakin akan hal itu, maka anda harus ke gereja untuk kami baptis.” Begitu juga halnya jika orang Kristen bertanya kepada umat islam, “apakah surge bisa dimasuki melalui jalannya doktrin Kristen?”, maka sudah jelas orang islam akan menjawab, “anda tidak mungkin bisa masuk surge, karena anda tidak punya kuncinya, kuncinya ialah andan mengucapkan lailahaillallah, meyakini bahwa tuhan yang mengatur alam semesta ini hanya satu, meyakini Nabi Isa alaihis salam sebagai Hamba dan Utusan Allah azza wajalla. Dan juga meyakini bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai utusan Allah yang terakhir yang menyempurnakah seluruh risalah-risalah utusan Allah azza wa jalla, setelah itu marilah ke masjid untuk mengucapkan Syahadat.”
Prinsip Agama-agama


Masing-masing punya prinsip, aqidah, keyakinan, dan landasan hidup yang berbeda. Agama islam punya aqidah, agama Kristen punya keyakinan tersendiri, agama budha punya keyakinan tersendiri, agama hindu punya juga keyakinan tersendiri, dan semua agama yang ada ini mempunyai keyakinan masing-masing yang tidak mungkin dikompromikan. Tidak mungkin disamakan, karena dari dasarnyapun sudah berbeda.


Olehnya, penganut semua agama yang yakin dengan kebenaran agamanya, akan merasa sangat terhinakan jika dikatakan kepada mereka bahwa semua agama bagaikan cabang-cabang jalan yang kesemuanya menuju pada tempat yang satu.


Semua agama yang ada di muka bumi ini tidak sama, dan tidak bisa dikatakan sama. Dengan argumen-argumen yang kita kemukakan.


Sama halnya jika kita katakan, atau kita kritisi, apakah orang yang waras dengan orang gila bisa dikatakan sama, meskipun sama-sama memilki otak, mata, hidung, badan, kaki, dan tangan. Jelas tidak, karena yang satu waras dan yang satunya lagi orang gila!


Atau untuk yang lebih tepatnya, apakah monyet bisa dikatakan sama dengan manusia, meskipun sama-sama memilki kepala, mata, hidung, badan, tangan, dan kaki?! Jelas tidak, karena yang satu hewan dan satunya lagi manusia!


Keyakinan tentang tuhan


Masing-masing agamapun mempunyai definisi masing-masing untuk mendefinisikan tuhan mereka. definisi tuhan dalam agama islam berbeda dengan definisi tuhan dalam agama Kristen, begitupun semua agama yang ada, tuhan dalam agama islam itu namanya “Allah” azza wa jalla. Berbeda dengan definisi tuhan yang berada dalam agama Kristen itu tiga, ada yang namanya tuhan bapak, tuhan anak, dan roh kudus, begitupun budha, dalam definisi orang budha, tuhan itu ialah Budha Sidarta Gautama. semuanya mempunyai definisi untuk mengenal tuhan.


Jadi pada awalnyapun sudah berbeda, karena masing-masing mempunyai tuhan untuk disembah. Sebagaimana klaim masing-masing agama.


Keyakinan tentang pembawa wahyu (Nabi)


Orang yahudi meyakini bahwa yang membawa wahyu adalah nabi-nabi dari bangsa Israel, yang dimulai dari Ishaq sampai nabi musa alaihimas salam, dan tidak meyakini Nabi Isa Alaihi salam, dan juga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pembawa wahyu.


Orang Kristen meyakini bahwa yang menyampaikan wahyu tuhan adalah anak tuhan itu sendiri. Yaitu Yesus (Nabi Isa ‘alaihis salam), dan tidak mempercayai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi dan hamba Allah Azza wa jalla.


Orang budhapun punya pembawa wahyu tersendiri, juga orang hindu.
Dan begitupun Umat Islam, ada Nabinya, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Umat islam meyakini bahwa beliau sebagai utusan Allah azza wa jalla yang terakhir dan membenarkan semua utusan Allah azza wa jalla yang pernah diutus ke permukaan bumi ini, karena semua Nabi mendakwahkan atau mengajak kepada pengesaan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Tempat Ibadah


Sekarang kta tanyakan, apakah orang yahudi rela jika sinagog-sinagog mereka dipakai untuk bersemedi bagi orang-orang budha? Dan memang beginilah kenyataannya, masing-masing mempunyai tempat ibadah yang khusus, yang tidak boleh dipakai beribadah oleh umat lain.
Jika dari sekian banyak ini dikatakan sama, maka kenapa perlu ada agama islam, Kristen, yahudi, budha, dan hindu?!


Jika dari sekian banyak ini dikatakan sama, maka kenapa perlu ada masjid, gereja, sinagog, vihara, candi, dan kuil?!


Namun, jika dikatakan bahwa seluruh umat manusia ini disatukan dalam satu agama, maka itulah yang benar, tidak ada kebenaran ganda, karena hidayah dan kebenaran itu hanya satu. Manusiapun sepakat akan hal ini!


Oleh: Muhammad Istiqamah

(Muis/LPPIMakassar.blogspot.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More