KRONOLOGIS permasalahan program doktor by research Jalaluddin Rakhmat

KRONOLOGIS permasalahan program doktor by research Jalaluddin Rakhmat

I.     Membaca Surat Kabar:
Assikalaibineng, Refleksi Pemikiran Muslim Persia.
Supa Atha’na-Direktur Iranian Corner UnHas- Tribun Opini, 23 Jan 2009
1.      Dalam rangka melibatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan lewat hubungan seksual tersebut ia memakai ilmu pengetahuan dari baginda Ali ketika akan berhubungan dengan Fatimah.
2.      Menjadikan Ali sebagai rujukan ilmu memang sesuatu yang niscaya bagi yang mengaku sebagai umat Muhammad karena Nabi Muhammad saw sendiri bersabda: “Ana Madinatul ‘ilm wa Aliun Babuha (Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya)
3.      Jadi sangat tepat memang bila dalam tradisi keilmuan masyarakat Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja  merujukkan keilmuannya kepada Ali bin Abi Thalib.
4.      Berdasarkan hadis, bila ingin masuk dalam kota ilmu maka adalah tindakan yang sopan dan santun harus masuk lewat pintu gerbangnya. Selain itu tercela.
5.      Dan konsep keberislaman yang memberikan penekanan terhadap Ali dan Fatimah, setelah Rasulullah tentu saja, pada seluruh fragmen kehidupan manusia adalah konsep Islam di negeri Ahmadinejad: Republik Islam Iran.
6.      Pemikiran Islam. Ada lagi, dalam buku Hadrawi ini, yang mengusung konsep kemanunggalan antara Allah, Rasulullah, Ali dan Fatimah. Perhatikan kalimat berikut:” Allah taala mabbarettemu Muhamma’ mappenedding Ali mappugau Patima ttarimai (hal 68.) (Allah Taala bersetubuh, Muhammad yang merasakan, Ali yang berbuat, Fatimah yang menerimanya) (hal. 101). Antara Allah, Rasulullah, Ali dan Fatimah adalah sebuah menanuggalan atau dalam istilah tasawuf disebut Wahdatul Wujud. Pengertian sederhana Wahdatul Wujud adalah bersatunya Tuhan dengan manusia yang telah mencapai hakiki atau dipercaya telah suci.

Kembali kepada Al Quran dan Ahlul Bait.
Ismail Amin-Mahasiswa Mostafa international University Islamic Republic of Iran.
1.      Saya sulit menerima jika dikatakan tanggung jawab penjelasan syariat Islam pasca rasul jatuh ketangan para sahabat. Sementara untuk contoh sederhana sahabat sendiri berbeda pendapat bagaimana cara rasulullah melakukan wudhu dan salat yang benar, padahal Rasul mempraktikkan wudhu dan salat bertahun-tahun dihadapan mereka. Untuk persoalan wudhu saja mereka menukilkan pendapat yang berbeda-beda , karenanya pada masalah yang lebih rumit sangat mungkin terjadi penukilan yang keliru. Ataupun tanggung jawab penafsiran Al Quran jatuh kepada keempat imam mazhab yang untuk sekedar menafsirkan apa yang dimaksud debu pada surah Al-maidah ayat 6 saja sulit menemukan kesepakatan.
2.      …karenanya hikmah ilahi meniscayakan adanya orang-orang yang memiliki Kriteria seperti yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw untuk memberikan bimbingan kepada umat manusia di setiap masa tentunya selain syariat. Ilmu mereka tidak terbatas dengan apa yang pernah disampaikan Nabi Muhammad saw (sebagaimana maklum Nabi tidak sempat menjelaskan semua tentang syariat Islam) namun juga memiliki potensi untuk mendapat ilmu langsung dari Allah swt ataupun sebagai perantara sebagaimana ilham yang diterima Siti Maryam dan iNabi Musa as (Lihat Qs. Ali Imran: 42, thaha: 38). Mereka menguasai ilmu Al Quran sebagaimana penguasaan nabi Muhammad saw sehingga ucapan ucapan merekapun merupakan hujjah dan sumber autentik ajaran Islam.
3.      …Dengan pemahaman seperti ini maka jelaslah maksud dari penggalan hadis Rasulullah, kutinggalkan bagi kalian dua hal yang berharga, Al Quran dan Ahlul Baitku (HR. Muslim). Bahwa keduanya Al Quran dan Ahlul Bait adalah dua hal yang tak terpisahkan hingga hari kiamat, memisahkan satu sama lain akibatnya adalah kesesatan dan diluar dari koridor ajaran Islam itu sendiri.
4.      …Penerus nabi adalah orang-orang yang tahu interpretasi ayat-ayat Al-Quran sesuai dengan makna sejatinya, sesuai dengan karakter esensial Islam, sebagaimana yang dikhendaki Allah swt. Raulullah menjamin bahwa siapapun yang bersungguh-sungguh dan berpegang pada kedua tsaqal ini, maka tidaka akan pernah mengalami kesesatan. Kemunduran dan penyimpangan kaum Muslimin terjadi ketika mencoba memisahkan tsaqal ini.

II.                MENGAPA KAMI MENOLAK  PEMIKIRAN PROF. DR. JALALUDDIN RAKHMAT (selanjutnya disebut JR)
Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat
1.      Dalam bukunya “Al-Mushthafa”
a)      Sangat menjelek-jelekkan Muawiyah RA dan Amr bin Ash RA (Bani Umayyah)
“Dusta telah menyebar berkenan dengan agama Muhammad SAW sejak abad-abad  yang pertama, sudah diketahui sejak zaman para sahabat , bahkan sudah tersebar sejak zaman Nabi SAW, yang paling merata pada pemerintahan Bani Umayyah (hal 5)
-          Muawiyah RA berusaha mengubah tarikh Nabi SAW dengan menyebarkan versi tarikh mereka dan membungkam versi tarikh lain. (hal 9)
-          Muawiyah RA sangat kejam kepada pengikut Ali RA (Syiah) (hal 9-11)
-          Kompetisi politik Bani Umayyah dan Bani Hasyim menyebabkan Muawiyah RA menyewa beberapa ulama atau mufti  dari para sahabat RA  untuk memutar balikkan peristiwa tentang Rasul SAW ; Muawiyah benci nama Nabi SAW selalu disebut dalam adzan (hal 12, 13) Muawiyah RA bukan saja fasik bahkan ia kafir karena tidak meyakini kenabian (hal 24)
Amr bin Ash RA membiarkan seorang nasrani memaki-maki Nabi SAW dan memang sebelum ia Islam ia banyak menyakiti perasaan dan fisik Nabi SAW serta kerabatnya dan ia telah dilaknat oleh Nabi SAW (hal 12-15)
-          Abu Sufyan RA,  Muawiyah RA  dan Amr bin Ash RA telah dilaknat oleh Nabi SAW (hal 73, 74)
b)      Riwayat Aisyah RA tentang Abu Bakar RA menjadi imam pada hari-hari terakhir Rasulullah SAW adalah kebohongan yang dipertahankan dengan kebohongan  dan lemah karena mudhtharib ( hal 89-94)
-          Riwayat Aisyah RA tentang dipelukan siapa  Rasulullah SAW wafat,  saling bertentangan karena Aisyah RA memang benci kepada Ali RA ( hal 94.95,97,98 )
c)      Abu Bakar RA dan Umar RA telah menghilangkan sekian banyak hadits dan melarang meriwayatkannya  (hal 99,100)
d)     Menjelek-jelekkan Az-Zuhri, Said bin Musayyib dan Sufyan Ats-Tsauri . Az-Zuhri sangat membenci Ali RA, ia termasuk kelompok pencipta hadis maudhu . Said bin Musayyib adalah orang khawarij,munafik dan tidak mau menyalatkan cucu Ali RA yakni Ali Zainal Abidin disaat wafat. Sufyan Ats-Tsauri melakukan tadlis dan meriwayatkan hadis dari para pendusta.(hal 101, 138, 145)

2.      Dalam makalahnya ; “Mengapa kami memilih mazhab Ahlul Bait AS?
a)      Syiah yang mereka pilih ialah Syiah Imamiyah Itsna Asyariah, Ja’fariyah (hal 1)
b)      Ahlul Bait hanyalah Ali, Fatimah, Hasan dan Husain RA (hal 2)
c)      Surah Al-Maidah ayat 55, menunjukkan bahwa hanyalah Ali RA yang menjadi pemimpin sesudah Nabi SAW (hal 3-4)
d)     Surah Asy-Syura 23 menunjukkan kewajiban mencintai Ahlul Bait dan sekaligus menjadikannya sebagai pemimpin ( hal 4,5)
e)      Hadits Ats-Tsaqalain, hadis 12 khalifah dan hadis As-Safinah ditambah ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa kaum Syiah yang mengikuti Ahlul Bait berdasarkan Al-Quran dan Sunnah sedang  Ahlussunnah yang mengikuti Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali,  tidak jelas apakah ada nash atau tidak sebagai dalilnya (hal 5-7)
f)       Hadis berpeganglah kepada dua perkara,” Al Quran dan Sunnah”  adalah hadis daif

3.      Dalam makalahnya; “Adalat Sahabat”
a)      Umar RA meragukan kenabian Rasulullah SAW ( hal 6)
b)      Para sahabat RA membantah perintah Rasulullah SAW (hal 7)

4.      Dalam bulletin: “Bersama Al-Husain: Hidupkan kembali Sunnah Nabawiyah”
a)      Para sahabat telah mengubah-ubah agama sepeninggal Nabi SAW (hal 3)
b)      Para sahabat telah murtad sepeninggal Nabi SAW (hal 4)
c)      Para sahabat berteriak teriak menyuruh Nabi SAW keluar untuk shalat, malah melempari pintu Nabi SAW
d)     Para sahabat mengangkat kainnya dan meninggalkan majelis ketika mereka mendengar penjelasan ayat tentang keutamaan Imam Ali RA (hal 7)
e)      Misi Imam Husain RA adalah bangkit mengajarkan manusia agama yang benar . Maka orang  Syiah sekarang mewarisi perjuangan beliau untuk membela sunnah Rasulullah SAW dan menembalikan agama kepada agama yang asli. (hal 7)

5.      Peringatan 40 Hari Asyura di IMMIM, 4 Pebruari 2010
a)      Peringatan Asyura untuk memperingati perjuangan Husain RA memperbaiki agama kakeknya, Rasulullah SAW
b)      Yang perlu diikuti agama Muhammad SAW bukan agama sahabat
c)      Perjuangan Syiah sekarang ialah memperjuangkan agama Muhammad SAW bukan agama sahabat (memberi  kesan bahwa agama Islam yang ada sekarang adalah agama

TAMBAHAN – TAMBAHAN :
 Emilia Renita Az dalam bukunya: “40 Masalah Syiah”
Syiah melaknat orang yang menyakiti Fatimah RA
Yang dimaksud menyakiti Fatimah RA  disini ialah Abu Bakar RA,(menurut Prof.Jalaluddin Rakhmat, dalam pidato Asyuranya. pen)  karena Abu Bakar RA tidak mengabulkan permintaan Fatimah RA atas lahan Fadak yang dianggap Fatimah RA sebagai warisannya dari Nabi SAW

Dalam “Ayatullah Jawad: Kenalakan Ahlul Bait Nabi Saw Kepada Warga” FAJAR minggu,6 Juni 2010 menyatakan:
a)      Ahlul bait Nabi saw dalam Islam dikenal sebagai anggota keluarga Nabi saw yang telah disucikan oleh Allah dan dijadikan sebagai pemimpin umat
b)      Ahlul bait ialah Ali bin Abi Thalib (suami Fatimah Az-Zahra), Imam Hasan bin Ali (cucu Nabi saw), Imam Husain bin Ali (cucu Nabi saw), serta Sembilan keturunannya dari Imam Husain
c)      Ahlul Bait merupakan sumber ajaran Islam yang murni karena garis ilmunya langsung ke Nabi Muhammad saw.

1.      Prof. Dr. H. M. Ghalib (Sekjen MUI Sul-Sel) pernah menghadiri acara Asyura tahun 2009 oleh IJABI di gedung Lestari 45, diantara acaranya, pidato menjelek-jelekkan para sahabat RA dan dan mendoakan kepada Allah agar melaknat sahabat Abu Sufyan dan Muawiyah RA
2.      Harian fajar Senin 28/12/2009; “Melawan Pemimpin yang Menegakkan Dosa” dan selasa 29/12/2009, “Tragedi Karbala, Kisah Pilu yang Terlupakan” memuat:
a.       Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib RA telah di tunjuk langsung oleh Nabi SAW sebagai penggantinya
b.      Kepemimpinan Hasan RA sebagai wasiat Rasulullah terus dirongrong oleh Muawiyah RA sehingga Hasan RA menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah RA.
c.       Hasan RA menemui syahid setelah di racun atas perintah Muawiyah RA
d.      Muawiyah RA mewariskan kepemimpinan kepada putranya Yazid sambil mengingatkan bahaya Husain RA jika tidak tunduk kepada Yazid
e.       Husain RA berjuang untuk menegakkan kembali ajaran Muhammad SAW yang telah banyak mengalami penyimpangan
f.       Acara Asyura setiap tahun untuk menggugah keharuan dan kecintaan kepada Ahlul Bait dan mendorong kebencian kepada orang –orang yang merampas hak dan menzalimi mereka seperti para sahabat yang tidak memilih Ali RA sebagai khalifah sesudah Rasulullah SAW, serta Muawiyah RA dan keturunannya yang bertanggung jawab atas kematian Hasan dan Husain RA (menurut orang Syiah).

III.             KUNJUNGAN dan SURAT KE PPS dan  REKTOR UIN Alauddin serta MUI:
1.      Surat ke PPs UIN Alauddin untuk menyampaikan data dan saran terhadap program Doktoral ilmu agama by research untuk JR secara langsung telah dilakukan sejak tahun 2010, setidaknya ada 3 surat penyampaian data dan usulan untuk direktur PPs UIN dan satu kali pertemuan resmi dengan adanya surat permohonan audiensi untuk direktur PPs UIN Alauddin. Ditambah beberapa pertemuan secara informal bersama Prof. Ahmad Sewang (Dir. PPs UIN waktu itu)
2.      Surat usulan dan saran untuk rektor secara langsung juga telah disampaikan ditambah audiensi resmi terhadap rektor UIN Alauddin. Dewan guru besar UIN Alauddin juga telah disurati sebanyak tiga kali untuk menyampaikan usulan mengenai program by Research untuk JR
3.      Permasalahan ini juga telah dibawa ke MUI SulSel yaitu dengan dikirimnya surat permohonan pernyataan sikap. Selain itu pengurus LPPI juga telah melakukan audiensi dengan pengurus MUI SulSel dan Makassar untuk menyampaikan permasalahan ini. LPPI juga telah megirimkan surat permohonan pernyataan sikap kepada MUI pusat, selain itu ketua LPPI secara khusus telah melakukan audiensi dengan pengurus MUI pusat di Jakarta untuk menyampaikan masalah ini.

IV.             Diskusi/ Dialog yang telah dilakukan
1.      Makalah JR “Mengapa Kami Memilih Madzhab Ahlulbait as? “
hotel horison makassar 1 jan 2009; Lembaga Studi dan Informasi Islam (LSII makassar/indonesia)
a.         Dasar-dasar Ajaran Syiah dalam Al-quran: 
-        Ayat al-Tathhir (Pernyataan Kesucian): “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, ahlulbait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya” (QS. Al Ahzab: 33)
-        Ayat Wilayah (Kepemimpinan): “Sesungguhnya pemimpin kamu itu hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang beriman yang mendirikan salat dan mengeluarkan zakat dalam keadaan rukuk” (QS. Al Maidah: 55), yang dimaksud dengan ayat –orang-orang beriman yang mendirikan salat dan mengeluarkan zakat dalam keadaan rukuk- adalah Ali bin Abi Thalib. Seorang pengemis lewat (meminta tolong) dan Ali sedang rukuk di masjid. Lalu menyerahkan cincinnya (Tafsir al-Tsa’labi 4:80)
-       Ayat al-Mawaddah: “Katakanlah: Aku tidak meminta upah dari kalian atas nya kecuali kecintaan kepada keluargaku” (Al-Syura: 23) Ketika ayat ini turun, para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah keluarga Anda yang wajib atas kami untuk mencintainya? Nabi menjawab: ‘Mereka Adalah Ali, Fathimah, Hasan dan Husain’ (Fadhail al-Shahabah 2:669)

b.         Dasar-dasar Ajaran Syiah dalam al-Sunnah:
-       Hadits al-Tsaqalayn: Rasulullah saw bersabda; Hai manusia! Aku tinggalkan padamu apa yang akan menghindarkanmu dari kesesatan selama kamu berpegang teguh padanya: kitab Allah dan ‘itrahku, yaitu ahlulbaitku (Shahih al-turmudzi 5:238)
-       Hadits Dua Belas Khalifah: Dari Jabin bin Samurah: Beliau bersabda, “Aka nada dua belas amir. Kemudian ia mengatakan kata yang tidak aku dengar. Kata ayahku: sesungguhnya ia berkata: semuanya dari Quraisy” (Shahih Bukhari 8:127)
-       Hadits Al-Safinah: Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan Ahlulbaitku seperti perahu Nuh. Yang menaikinya selamat dan yang meninggalkannya tenggelam” (al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 7:503)

c.         Catatan hal 7: “walhasil, berdasarkan hadis ini dan banyak hadis lainnyan yang tidak dicantumkan di sini, Syiah memilih Ahlulbait sebagai rujukan mereka. Ahlussunnah memilih untuk mengikuti Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali mungkin dengan alas an-alasan tertentu ( saya tidak tahu apakah ada nash atau tidak untuk itu ). Syiah memilih Ahlulbait karena perintah Allah swt dan petunjuk Rasulullah saw, karena Al-Quran dan Sunnah”

2.      Makalah JR “Sahabat dalam Timbangan Al-Quran, Sunnah, dan Ilmu”:
 Uin Alauddin Mks 6 Feb 2009

a.        Umar Meragukan Kenabian Rasulullah saw.
b.       Para Sahabat Membantah perintah Rasulullah saw.
c.        Ahli Badr dan Uhud tidak membayar zakat
d.      Sahabat menyakiti Rasulullah saw.
e.       Sahabat mengeraskan suara di atas suara Rasulullah saw.
f.       Sahabat melarikan diri dari medan pertempuran
g.      Sahabat lari dari salat Jumat

3.      Pertanyaan-pertanyaan yang tidak dijawab JR dalam “Dialog Sunni-Syiah di PPs UIN Alauddin” Uin Alauddin, 24 Feb 2011

a.       Ust Muh Said Abd Shamad, L.c:

-          Minta keterangan bahwa Ali tidak pernah salah
-          Syiah Imamiyah yang dianut JR dan IJABI mengkafirkan sahabat terutama Abu Bakar dan Umar, ini tidak dijawab oleh JR
-          Umar Umar meragukan kenabian Rasulullah saw., ini juga tidak mampu disanggah JR

b.      Ust Muh Ikhwan Abd. Jali, L.c:

-          Apakah asalnya kita menilai sahabat Rasulullah itu ‘udul atau asalnya dia harus membuktikan ke’udulannya? Atau kebalikannya?
-          Tolong sebutkan dalam forum ini beberapa sahabat imajiner tersebut, tidak usah sampai 150 cukup 10 saja. Dan tiga di antaranya tolong disebutkan kenapa dia disebut imajiner dengan kaidah-kaidah ilmiah yang kita sama ketahui!
-          Tolong dijawab bagaimana sebab nuzulnya atau sebab wurudnya tulisan di kitab al mushthafa tentang Tsauri yang terjadi qath’ul kalaam (pemotongan kalimat) yang sangat menghilangkan makna yang sangat maudhu’iyyah makna yang sangat subtantif terhadap penilaian adz-dzahabi terhadap sufyan ats-tsauri?

c.       Ust. Muh Yusran Anshar, L.c:

-          Hadits Pertama: Hadits Dhahdhah
1.      Ibnu Abi Umar kata Prof Jalal Majhul, Siapa para ahli hadits yang mengatakannya majhul? Kemudian majhulnya ini, majhul hal atau majhul ‘ain?
2.      Sufyan ats-tsauri sudah disebutkan tadi oleh ust. Rahmat, tolong dijawab!
3.      Abdul Malik bin Umair disebutkan beberapa ulama hadits melemahkannya, kata ibnu hibban bahwa abdul malik itu mudallis padahal dalam mizanul I’tidal yang disebutkan di sini tidak ada sama sekali perkataan ibnu hibban bahkan imam adz dzahabai Imenyimpulkannya sebagai perawai yang diterima riwayatnya sebelum waktu tuanya.
4.      Dikatakan ‘lihat mizanul I’tidal jilid 22 hal 690’ buku mizanul I’tidal cetakan apa ini? Padahal mizanul I’tidal dalam semua cetakannya Cuma 5 jilid jadi tolong diterangkan jilid 22 ini dari mana?

-          Hadits Kedua: Tentang Abu Thalib masuk Neraka (HR. Bukhari) “JR menyebutkan hadits ini sebagai contoh rangkaian rijal yang lemah untuk membantah hadits yang menyatakan Abu Thalib masuk neraka”
1.      JR menyebut Abu Yaman al Hawzani; padahal Abu Yaman al Hawzani tidak meriwayatkan sama sekali dalam Shahih Bukhari.
2.      JR Menyebut Syuaib tidak dikenal, subhanallah padahal syuaib ini dalam riwayat ini meriwayatkan dari az zuhri dan syuaib sebagaimana kata ulama kita dia adalah syuaib bin Abi Hamzah dan dia adalah autsaqun nas fi az zuhri (murid az zuhri yang paling tsiqah).
3.      JR menyebut bahwa al zuhri termasuk orang yang membenci imam Ali, dari mana landasannya ini?

-          Hadits Ketiga: Kisah Abu Thalib mati dalam keadaan musyrik, “kita menemukan rangkaian riwayat yang juga dhaif” kata JR
1.      JR mengatakan Harmalah bin Abdullah al Farhadani daif (Mizanul I’tidal 1:472), padahal tidak ada kata dhaif dalam mizanul I’tidal karya imam adz dzahabi.
2.      Abdullah bin Wahhab, JR katakan, “Imam Ahmad ditanya tentang dia, apakah ia suka salah dalam mengambil hadits? Jawab imam ahmad; benar (mizanul I’tidal 4:477-485)” ternyata kalau kita lihat miizanul I’tidal ternyata JR memotong perkataan Imam Ahmad, JR hanya menyebut sampai “benar” padahal kalau disambung akan jadi sebaliknya “benar, tapi jika kamu lihat haditsnya dan apa yang diriwayatkan oleh para gurunya kamu akan dapatkan shahih”!
3.      JR berkata, “Yunus, ada banyak nama yunus diantaranya ada yang pendusta, hafalannya jelek, majhul, munkarul hadits,” padahal orang yang baru belajar hadits dan masih tingkat pemula bisa menyimpulkan bahwa dia adalah yunus bin yazid al aliy, salah seorang perawi dari shahih bukhari dan muslim. Beliau ini menurut imam adz dzahabi seorang tsiqah dan hujjah.
4.      JR berkata, “Ibn Syihab, tidak terdapat dalam kitab-kitab rijal,” padahal tadi dia sudah menyebutkan az zuhri, dan ibnu syihab ini tidak lain dari Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdillah bin Syihab az Zuhri!

V.                Pernyataan JR dalam surat kabar (setelah “Dialog Sunnah-Syiah” berlangsung)
Pernyataan JR di Harian Fajar pada hari sabtu, 7 mei 2011 “Tanggapan untuk Ustaz M Said Abd Shamad”

-          “Bukankah dalm pertemuan Ustaz sebut, setiap kali saya membacakan hadis atau menjelaskan fakta, pengikut ustaz berteriak, ‘BOHONG!’? saya tidak berdusta. Saya didustakan. Saya tidak berbohong. Saya dibohongkan”
-          “Saya menjawab dengan rasa syukur kalau ada orang yang menunjukkan kesalahan (cetak) dalam buku saya, dan saya akan memperbaikinya pada tulisan yang akan datang”

Pernyataan IJABI SulSel di Harian Tribun Timur pada hari selasa, 19 juli 2011 “Kang Jalal Bantah Halalkan Nikah Mut’ah dan Kafirkan Sahabat Nabi”

-          “Guru Besar Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat, membantah dirinya penyebar pemikiran yang condong mengkafirkan sejumlah sahabat utama Nabi dan menghalalkan nikah mut’ah (kawin kontrak)”
“Ustad Jalal tidak pernah menganjurkan praktik nikah mut’ah tersebut. Bahkan, sebagai Ketua Dewan Syuro IJABI (ormas Islam yang menghimpun para pencinta Ahlulbait Nabi), Ustad Jalal melarang keras pengurus dan anggota IJABI melakukan praktek nikah mut’ah tersebut”

 (LPPIMakassar.blogspot.com)




0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More