Jalaluddin Rakhmat, Pendeta Syiah Yang Terbukti Berbohong


Harian Tribun Timur Makassar, Selasa, 19 Juli 2011, hal 3, menurunkan berita klarifikasi dari salah satu pendeta Syiah Indonesia, Jalaluddin Rakhmat (baca: JR) bahwa “Kang Jalal Bantah Halalkan Nikah Mut’ah dan Kafirkan Sahabat Nabi”

Berita di atas bertentangan dengan beberapa fakta pernyataan dan tulisan JR yang termuat di koran dan buku;


1. Tentang Nikah Mut'ah


Pertama: Di Harian Fajar, Minggu, 25 Januari 2009, dimana dia mengatakan: “Nikah Mut’ah memang boleh saja dalam pandangan agama karena masih dihalalkan oleh Nabi saw. dan apa yang dihalalkan oleh Nabi saw, maka itu berlaku sampai kiamat”





Kedua: Dalam buku "40 Masalah Syiah" yang ditulis istri JR yang bernama Emilia Renita Az dan JR sebagai editornya terdapat pernyataannya yang menghalalkan Nikah Mut'ah, "Semua ulama -apapun mazhabnya- sepakat bahwa nikah mut'ah pernah dihalalkan di zaman Nabi saw. mereka berikhtilaf tentang pelarangan Nikah Mut'ah. Syiah berpegang kepada yang disepakati dan meninggalkan yang dipertentangkan" (lihat Buku "40 Masalah Syiah" hal 217, IJABI, cet ke 2,  2009) 


Dalam kata pengantar buku itu JR mengatakan, "Secara khusus, sebagai Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia, kami memberi buku ini kepada seluruh anggota IJABI sebagai pedoman dakwah mereka" (40 Masalah Syiah, hal 13)


2. Tentang Pengkafiran Sahabat Nabi


Pernyataan JR bahwa ia juga membantah mengkafirkan sahabat Nabi hanyalah pemanis bibir belaka, ini terbukti dari beberapa tulisannya yang mengkafirkan sahabat Nabi saw, di antaranya adalah sebagai berikut:
a.       Para sahabat merobah-robah agama.[1]
b.      Para sahabat murtad.[2]
c.       Muawiyah tidak hanya fasik bahkan kafir, tidak meyakini kenabian.[3] Ia besama dengan Abu Sufyan dan Amr bin ash telah dilaknat oleh Nabi saw.[4]
              (Muis/LPPIMakassar.blogspot.com)


[1] Jalaluddin Rakhmat. Artikel dalam Buletin al Tanwir Yayasan Muthahhari, IJABI Jabar bekerjasama dengan IJABI Sulsel, Edisi Khusus No. 298. 10 Muharram 1431 H.  hal. 3
[2] Ibid. hal. 4
[3] Jalaluddin Rakhmat. Al Mushthafa (Manusia Pilihan yang Disucikan). Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2008. hal. 24
[4] Ibid. hal. 73

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More