Bahaya mencela para sahabat


Oleh: Ust. H. Muh Said Abd. Shamad, Lc
Para ulama salaf sangat menyadari betapa besarnya bahaya terhadap islam yang diakibatkan oleh tindakan mencela-cela para sahabat Nabi r. oleh karena itu mereka mengecam dengan keras orang-orang yang berbuat demikian.
Berkata Imam malik rhm: “mereka (yang mencela-cela para sahabat) sebenarnya suatu kaum yang ingin mencela-cela Nabi r, namun tidak mungkin mereka melakukan yang demikian itu. Oleh karena itu mereka mencela-cela para sahabat Nabi r, agar orang berkata; ‘(Muhammad itu) orang yang jahat. Karena andai kata ia orang baik, maka tentu sahabat-sahabatnya y itu orang-orang yang baik pula’.” (Ash-Sharimul Maslul, 1: 571)
Berkata Imam Ahmad rhm: “Apabila engkau melihat seseorang yang menyebut seorang sahabat t dengan sesuatu yang jelek, maka curigailah ia (sebagai perusak) atas Islam” (Al Bidayah wan Nihayah, 8: 139)
Berkata Imam Abu Zur’ah Ar Raazy rhm: jika engkau melihat seseorang yang menjelek-jelekkan salah seorang sahabat Rasul r, maka ketahuilah bahwa ia itu zindiq (sesat, perusak agama). Yang demikian itu karena Rasul ritu benar dan Quran itu benar menurut kita. Yang menyampaikan Quran dan Sunnah Rasul r kepada kita ialah para sahabat y. jadi mereka ingin mencela para saksi itu agar dapat membatalkan Al-Quran dan Sunnah. Maka mereka itulah yang tercela dan merekalah para zindiq (Al-Kifaayah fi Ilmil Riwaayah, hal 49)
Coba perhatikan perkataan para ulama tersebut. Mencela-cela saja sudah sangat berbahaya bagi agama Islam, apalagi kalau sampai menyesatkan, mengkafirkan dan melaknat mereka. Satu saja yang dicela-cela sudah sangat sesat. Apatah lagi kalau semua sahabat y –kecuali sedikit- dicela-cela dan dianggap murtad.
Jadi dampak negatif mencela-cela sahabat y  itu antara lain:
1.      Akan berakibat diragukan kebenaran dan keotentikan alquran dan Sunnah Nabi r
2.      Menunjukkan bahwa umat Islam ini adalah seburuk-buruk umat. Karena umat yang dididik langsung saja oleh Nabi r demikian jahatnya, apalagi umat Islam yang datang kemudian yang bukan Rasul r pendidiknya.
3.      Berarti kita menuduh Allah itu bodoh, karena Allah telah memuji orang yang Ia tidak tahu akan sesat dan murtad sepeninggal Nabi-Nya. Atau Allah itu merancu (bicara tidak karuan), memuji-muji  orang yang sebenarnya tidak patut dipuji.
4.      Bahwa Islam yang disampaikan oleh para ulama dan du’at sekarang ini tidak mungkin memperbaiki manusia. Nabi r saja tidak mampu memperbaiki sahabat y di masanya (diringkas dari: Aqaa’idusy Syi’ah: 233-237)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More