Ada Buku Syi’ah Sekarang, Sahabat Nabi dibilang iblis dan musuh Allah


“Nah ini sekarang ada buku dengan bahasa yang sangat memojokkan sahabat judulnya. (Di buku ini) Sahabat dibilang iblis dan musuh Allah,” tandas Ustadz Farid Okbah selaku peneliti masalah Syiah yang melakukan kritik tajam terhadap Penjelasan Grand Imam Sunni Syekh Maulana Maulia Madani mengenai nikah mut’ah di MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat di Jakarta, Senin Senin (20/1 2012).
Dia tandaskan, buku-buku resmi dari pihak Syiah penuh dengan penghinaan terhdap sahabat. Salah satunya adalah Buku berjudul ‘Kecuali Ali’ yang telah diterjemahkan penerbit Al Huda ke dalam bahasa Indonesia. Judul aseli buku ini adalah ‘Ali Oyene-e Izadnemo‘ karya Abbas Rais Kermani, terbitan Daftare Tablighat, Iran.
Inilah beritanya.
***
Ulama Ahlus Sunnah Iran Memberikan Jawaban Ganda
Penjelasan Grand Imam Sunni Syekh Maulana Maulia Madani mengenai nikah mut’ah mendapatkan kritik tajam dari Ustadz Farid Okbah selaku peneliti masalah Syiah
“Kenapa seorang ulama Ahlus Sunnah tapi membenarkan mut’ah. Memberikan pembenaran nikah mut’ah yang dilakukan Syiah, meskipun ia sebagai ahlus Sunnah menentangnya. Ini kan menunjukkan apa?” tanyanya kepada sejumlah wartawan selepas acara di Kantor MUI, Senin (20/1).
Peneliti masalah Syiah ini menlilai Syekh Maulana telah memberikan jawaban ganda terkait ini. “Katanya Sunni harus Sunni , Syiah harus Syiah. Itu saya setuju itu, tapi kenyataannya kita dirugikan terus,” tambahnya.

Selanjutnya, pengasuh Islamic Centre Bekasi ini mendapatkan bahwa buku-buku resmi dari pihak Syiah penuh dengan penghinaan terhdap sahabat. Salah satunya adalah Buku berjudul ‘Kecuali Ali’ yang telah diterjemahkan penerbit Al Huda ke dalam bahasa Indonesia. Judul aseli buku ini adalah ‘Ali Oyene-e Izadnemo‘ karya Abbas Rais Kermani, terbitan Daftare Tablighat, Iran.
“Nah ini sekarang ada buku dengan bahasa yang sangat memojokkan sahabat judulnya. (Di buku ini) Sahabat dibilang iblis dan musuh Allah,” tandasnya.
Syekh Maulana Maulawi Madani, Grand Imam Sunni di Iran datang ke Indonesia atas fasilitasi Kedubes Iran di Indonesia. Ia datang dengan didampingi Muhammad Hasan Tarrabain, Ketua Lembaga Dunia Pendekatan Antar Mazhab. (Pz) eramuslim, Selasa, 21/02/2012 10:15 WIB
(nahimunkar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More