Minang Digoncang Kelompok Ateis Menghina Nabi SAW



Akaun Ateis Minang di Facebook. Foto palakat
Minang yang mantan gubernurnya kini jadi Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ada yang menjulukinya “menteri miras” karena mencabut 9 perda anti miras hingga slogan Minang “Adat Bersendi Syara’” diplesetkan orang menjadi “Adat Bersendi Arak”, kini ditambah goncangan lagi dengan munculnya kelompok atheis yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Keruan saja tersangka pelakunya ditahan dan dijerat pasal berlapis.

Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya menetapkan Alexander, pegawai negeri sipil (PNS) yang menganut paham atheis sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal berlapis karena diduga menistakan agama, menghina, dan memalsukan identitas.
Inilah beritanya:
***
PNS Admin Grup Ateis di FB Ditahan Polisi Sumbar
Chazizah Gusnita – detikNews
Jumat, 20/01/2012 15:07 WIB
Jakarta – Gara-gara berdebat soal agama di Facebook, Alexander Aan (30) yang mengaku tidak percaya Tuhan, berurusan dengan polisi. Bahkan dia sempat diamuk massa.
Alexander adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Aktivitasnya di FB dianggap meresahkan warga.
“Dia awalnya buka akun Facebook perorangan atas nama Alexan. Lalu membuat grup Ateis Minang. Di grup itu dia adminnya,” ujar Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz pada detikcom, Jumat (20/1/2012). Grup itu menulis identitas sebagai Urang Minang nan indak picayo ka tuhan, malaikat, setan, jin, antu balau, sarugo jo narako, sarato mitos-mitos apapun juga.
“Dia buka dialog di grup itu,” kata Chairul.
Dalam dialog itu, Alexander mengaku ia seorang ateis yang tidak percaya Tuhan. Ia lantas menulis tentang agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia menafsirkan sendiri mengenai agama Islam. Dan akhirnya ia menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW.
“Menurut dia, nabi itu tidak memberikan teladan baik karena mengawini istri dari anak angkatnya. Argumen itu diupload. Sehingga timbul konflik di situ,” ujarnya.
Beberapa orang di grup dan teman-teman di akunnya mencaci dan menghujat komentar Alexander itu. Kejadian ini berlangsung sejak dua bulan lalu. Alexander dinilai memicu keresahan.
Tidak seorang pun yang tahu siapa Alexander. Hingga akhirnya, ada yang mencoba-coba mencari tahu.
“Seorang di grup itu menelusuri dia (Alexander). Ternyata dia pegawai Bapedda. Pas Rabu (18/1) siang, dia online. Masih berantem-berantem gitu di Facebook. Terus ada yang ngecek dia ke kantornya. Benar dia lagi online,” jelas Chairul.
Melihat tindakan Alexander itu, suasana jadi ramai. Alexander sempat diamuk massa. Tak berapa lama, polisi datang dan mengamankan Alexander untuk menghindari hal-hal yang lebih buruk lagi. “Pas kita datang lagi ramai. Dia lalu diamankan di Polsek Pulau Junjung. Dia mengaku ateis di tengah-tengah warga,” imbuhnya.
Polisi lalu memanggil Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemda, dan LSM untuk membicarakan tindakan Alexander. LSM dan MUI lantas melaporkan Alexander dengan tudingan penodaan agama tertentu.
“Kita pelajari permasalahannya. Atas laporan itu lantas kita jerat dengan pasal 156 tentang penodaan agama tertentu,” ungkapnya.
(gus/nrl)
Itulah berita detikNews yang diposting di kaskus.
Berikut ini berita dari Media Indonesia dan pailing bawah nanti dari situs hidayatullah.com
***
PNS Penganut Atheis Dijerat Pasal Berlapis
Penulis : Hendra Makmur
Jumat, 20 Januari 2012 17:55 WIB
PADANG–MICOM: Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya menetapkan Alexander, pegawai negeri sipil (PNS) yang menganut paham atheis sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal berlapis karena diduga menistakan agama, menghina, dan memalsukan identitas.
Kapolres Dharmasraya Ajun Komisaris Besar Chairul Aziz mengatakan, Alexander, PNS yang bekerja di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dharmasraya tersebut, tidak diusut karena keyakinannya, namun karena berbagai tindakannya yang menistakan agama Islam.
“Kami sudah memperoleh bukti dan pengakuan tersangka. Yang dijadikan model atau bahan-bahan (penistaan) adalah ayat-ayat Alquran. Alquran kan milik umat Islam. Ini penistaan agama,” katanya, Jumat (20/1).
Karena penistaan tersebut, Alexander dijerat dengan Pasal 156a KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Selain itu, polisi juga menjerat pemilik akun facebook Alex Aan tersebut dengan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang (UU) No 8 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan terancam pidana penjara enam tahun serta denda Rp1 miliar.
Tidak cukup di situ, Alexander juga terancam pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat terkait dengan pencantuman agama Islam di dalam identitas yang ia gunakan ketika masuk sebagai PNS di Dharmasraya. Pasal itu memuat ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun. “Ia mengaku atheis. Tetapi, ketika masuk kerja ia menulis agamanya Islam,” kata Chairul.
Alexander didatangi puluhan pemuda Pulau Punjung, Dharmasraya di depan kantor Bappeda pada Rabu (18/1) karena aktivitasnya sebagai admin yang dinilai menghina agama di group Fecebook ‘Ateis Minang’.
Polsek Pulau Punjung yang mendapat laporan ada keributan, langsung membawa Alexander ke kantor polisi dan setelah itu memindahkannya ke Polres Dharmasraya. “Kami menahan tersangka. Penyidik masih melakukan pemberkasan,” jelas Chairul.
Dalam pantauan mediaindonesia.com grup facebook Ateis Minang sempat nonaktif selama beberapa jam pada Kamis (19/1). Namun, pada Jumat sudah kembali diaktifkan admin yang lain. (HR/OL-01)
***
Kasus Atheis Sumbar
Hilangnya Menghina Nabi, Jadi Kebebasan Beragama
Jum’at, 20 Januari 2012
Hidayatullah.com—Seorang penganut Atheis yang juga pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Alexander Aan, 30 tahun, sore tadi sekitar pukul 15.30 diamankan Polsek Pulaupunjung.
Kepala Polisi Sektor (Polsek) Pulau Punjung AKP Nofrial SE, mengatakan, pengamanan pelaku diawali laporan masyarakat karena ada kericuhan di dekat kantor Bappeda Dharmasraya.
Dikutip detik.com, Alexander dilaporkan LSM dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar ke polisi karena dinilai menghina suatu agama. Alexander membuka grup di jejaring Facebook ‘Ateis Minang’ untuk menyebarkan keyakinannya dan menjelek-jelekkan Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam sehingga dianggap meresahkan.
Menurut Nofrial, masih dikutip Tempo, Alexander sudah dijadikan tersangka, sesuai dengan laporan Majelis Ulama Indonesia setempat akibat Facebook yang dikelolanya  telah lama dinilai meresahkan warga.
Atas kasus ini, Alexander diduga melakukan penistaan agama dan bisa dituntut Pasal 156 KUHP dengan pidana penjara maksimal 5 tahun.
Caci Maki Islam
Kepada Padang Ekspres, Alexander membenarkan dirinya tidak mengakui adanya Tuhan semenjak kecil dengan alasan, kejahatan ada di mana-mana.  Alex mengaku, sejak tahun 2008, ia tidak lagi mengerjakan shalat dan puasa, karena tidak sesuai lagi dengan pemahaman dirinya.
“Tidak ada yang salah dalam pemahaman ini. Sejak duduk di bangku SD, saya sudah mulai menganut paham tersebut,” tuturnya.
Ia juga mengaku,  saat ini,  anggota FB atheis Minang diperkirakan mencapai 1.200 orang.
Dikutip detik.com, Alexander mengaku ia seorang Atheis yang tidak percaya Tuhan. Ia lantas menulis tentang agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia menafsirkan sendiri mengenai agama Islam. Dan akhirnya ia menjelek-jelekkan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam.
“Menurut dia, Nabi itu tidak memberikan teladan baik karena mengawini istri dari anak angkatnya. Argumen itu diupload. Sehingga timbul konflik di situ,” ujar AKBP Chairul Aziz pada detikcom, Jumat (20/1/2012).
Menurut Chairul, beberapa orang di grup dan teman-teman di akunnya mencaci dan menghujat komentar Alexander itu. Kejadian ini berlangsung sejak dua bulan lalu. Alexander dinilai memicu keresahan dan dilaporkan ke polisi.
Seperti diketahui, sebelum Alex ditangkap, FB Atheis ini dipenuhi beberapa gambar pelecehan Nabi, agama Islam  dan kata-kata rasialis bangsa tertentu.
Salah satu kalimat cacian misalnya datang dari seorang pegiat Atheis yang menggunakan nama “Ulama Padang”. Nama satu ini termasuk aktif menggunakan kata-kata kasar bernada hinaan yang berpotensi SARA.
“Kambing arab… semua bangsa punya pakaian tradisi… cuma bangsa tolol yg melecehkan tradisinya sendiri. Tradisi dan budaya selalu berubah tanpa harus meninggalkan jati diri bangsanya… Lu mau bilang nenek2 lu leluhurlu pakai pakaian spt LONTE waktu ketemu kakek leluhur lu ????…Lu emang gak punya malu,” salah satu contoh tulisannya dalam sebuah komentar hari Selasa (17/01/2012), pukul 20:08.
Entah karena ingin mengapus bukti atau jejak, sejak kasus ini mencuat, semua posting Alexander yang dinilai menghina Islam dan melecehkan Nabi Muhammad tiba-tiba lenyap. Posisi Alex yang semua salah satu admin rupnya juga sudah dikeluarkan. Beberapa anggota dalam FB tersebut sempat mempertanyakan kemana hilangnya foto-foto dan postingan Alex.
Di sisi lain, para pegiat Atheis tiba-tiba mulai rajin mengirimkan posting dukungan ke berbagai media, termasuk media asing. Dalam beberapa postinganya, kalangan Atheis mendesak adanya hak kebebasan, dukungan terhadap Alex dan tertermasuk hak tak meyakini Tuhan dan agama.
Seorang pemerhati media asal Surabaya, bernama Muhammad (27) yang memantau kasus ini mengatakan, ada usaha kalangan Atheis membelokkan masalah.
“Ada usaha kaum atheis membelokkan masalah yang awalnya penistaan agama dan pelecehan Nabi menjadi hak kebebasan tidak beragama. Lucunya lagi, media massa kita justru berfokus hak kaum Atheis, bukannya mencari akar utamanya, yakni penghinaan dan penistaan, “ ujar Muhammad usai dihubungihidayatullah.com, Jumat (20/01/2012)  malam.
Sementara kasus ini masih berlanjut, di laman FB juga lahir “Gerakan 10.000 urang Minang memblokir ateis minang” dan MASYARAKAT MINANG ANTI ATEIS (menolak Ikatan Mahasiswa Ateis Minangkabau).*
Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar/ hidayatullah.com
(nahimunkar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More