Karena Gencar Beritakan Sesatnya Syi’ah, Voaislam Diteror


Giliran voaislam.com mendapatkan terror gara-gara  gencar memberitakan sesatnya syi’ah. Bukan hanya seperti orang yang menulis komentar di facebook dengan memlesetkan eramuslim jadi “erakafir media provokator rujukan” (http://nahimunkar.com/10698/gara-gara-memberitakan-sesatnya-syiah-eramuslim-disebut-erakafir/) , namun peneror  terhadap voaislam mengaku dirinya dari Bareskrim Mabes Polri.
Orang Syiah kini tampaknya sibuk. Dari komentar yang tanpa akhlak sampai terror dengan dusta pun dilakukan. Sementara itu sebagaimana kelihaian sebagian orang syiah dalam mengolah kata tanpa bukti nyata, di tengah gencarnya penyibakan tentang aneka kesesatan syiah bahkan kekejamannya dari zaman ke zaman sampai kini, ada yang
dengan lihainya ingin menutup segala yang telah terbuka luas itu. Yaitu munculnya tulisan Hadiar Bagir yang menggiring ke arah kerukunan umat antara Syi’ah dan Sunni.
Harian Republika edisi Jum’at 20 Januari 2012 memuat tulisan berjudul “Syiah dan Kerukunan Umat” oleh Haidar Bagir, Dirut dan Pendiri Mizan, Dosen Pemikiran Islam di Islamic College.
Hanya orang yang mudah tertipu saja kalau sampai terpengaruh tulisan tentang Syiah dan Kerukunan Umat itu.
Kenapa?
Karena sejak lahirnya, Syi’ah justru membuat kekacauan di kalangan Ummat Islam. Jatuhnya Baghdad yang lama dan yang baru, juga dikenal dalam sejarah adalah atas pengkhianatan Syi’ah. Disembelihinya para ulama Sunni di Iran setelah menangnya revolusi syiah 1979, ya oleh Syi’ah. Bahkan masjid-masjid Sunni dihancurkan. Madrasah sunni juga ditutup semua. Bahkan sampai kini khabarnya tidak ada satupun masjid sunni di Teheran ibukota Iran. Ini kerukunan umat macam apa?
Di Suriah, penguasa yang syi’i membantai ribuan Ummat Islam, baik Assad yang lama maupun yang baru.  Padahal mereka minoritas, hanya saja berkuasa. Ini kerukunan Ummat macam apa?
Di Bahrain, Muslim Sunni dibunuhi oleh orang Syi’ah. Bahkan muadzin sunni saja digunting lidahnya.
جريمة بشعة.. الشيعة قطعوا لسان مؤذن سني بالبحرين
Rusuh Bahrain Muadzin Sunni Dipotong Lidahnya oleh Demonstran Syi’ah (http://nahimunkar.com/4451/rusuh-bahrain-muadzin-sunni-dipotong-lidahnya-oleh-demonstran-syiah/)
Sementara itu, di Indonesia, syiah di Sampang Madura yang masih minoritas pun kini dikabarkan berani menantang carok, perang pakai clurit, sabit. Sehingga sampai dikerahkan polisi agar tidak terjadi kekacauan. Sekali lagi, padahal syiah masih minoritas. Dan itu memberikan bukti, sekaligus memukul kepada orang-orang yang asal bicara, bahwa menurut mereka, kasus Syi’ah Sampang itu bukan kasus keyakinan (masalah sesatnya syiah), tetapi hanya kasus keluarga. Yang Syi’ah Tajul Muluk mengaku merebut  perempuan calon dari adiknya.
Kalau persoalannya hanya itu, tentu tidak sampai pengikut syiah yang lain ketika datang lagi ke Sampang berani menantang carok. Dan juga tentu saja Masyarakat Muslim Sampang tidak mempersoalkan bila yang datang lagi ke Sampang itu bukan Tajul Muluk. Tapi kenyataannya, yang datang lagi bukan Tajul Muluk pun tetap masyarakat Muslim Sampang marah. Jadi bukan sekadar kasus wanita antara abang (Tajul Muluk -syiah) yang merebut perempuan calonnya si adik (yang Sunni). Tetapi adalah masyarakat sudah memegangi perjanjian antara Ummat Islam  dengan pihak syi’ah yakni Tajul Muluk dan kawan-kawannya yang tidak boleh lagi menyiarkan syiah di Sampang. Karena ajaran syiah ada 22 hal yang menyimpang dan merusak Islam. (22 Kesesatan Syi’ah yang Dibawa Tajul Muluk
http://nahimunkar.com/page/2/?s=22+&x=10&y=).
Dari berbagai data dan fakta, baik di luar negeri mapun dalam negeri mengindikasikan bahwa Kerukunan Ummat  (Syi’ah dan Sunni) yang ditawarkan Haidar Bagir lewat Republika adalah pepesan kosong tanpa isi, dan berbeda jauh dengan kenyataan.  Karena di samping sesat, syiah itu adalah kejam, pembunuh dan perusak sampai merusak tempat ibadah dan aneka sarana.
Tampaknya kini orang-orang Syi’ah untuk menutupi kesesatan yang nayata dan aneka kekejaman dan pengkhianatannya itu mereka membagi-bagi tugas. Ada yang bicara menawarkan kerukunan Ummat, ada yang membela syiah dengan komentar-komentar yang mengalihkan hal yang sebenarnya, dan ada yang konyol, di antaranya menteror sambil berbohong.
Inilah beritanya:
***
Catut Bareskrim Mabes Polri, Simpatisan Syi’ah Teror voa-islam.com. Wuihhh..!!!
JAKARTA– Berbagai cara dilakukan kalangan pembela Syi’ah untuk membungkam dunia pers agar tidak menyuarakan kesesatan Syi’ah. Salah satu jurus andalannya adalah melakukan teror mengaku Bareskrim Mabes Polri. Dan salah satu korban terornya adalah voa-islam.com.
“Kami dari mabes polri. Kami cuma mengingatkan agar anda tidak memprovokasi masyarakat… Kami tunggu 1 x 24 jam. Jika laman anda di internet masih tayang kami tidak segan menindak anda.”
Itulah salah satu pesan singkat (sms) dari simpatisan Syi’ah yang mengaku bernama Letkol Sudarmono dari Bareskrim Mabes Polri, Kamis (19/1/2012). Dalam serangkaian pesan singkat yang dikirim dari nomor hp: 0856409871### itu, sang pembela Syi’ah menyatakan keberatan jika Syi’ah disebut sebagai aliran sesat, karena Syi’ah adalah sebuah mazhab Islam.
Letkol Sudarmono pun mengancam agar berita-berita kesesatan Syi’ah, terutama berita video kesesatan Syi’ah segara dihapus dari voa-islam.com. Bila tidak segera dihapus, dia akan menindak redaktur voa-islam.com.
Uniknya, ketika pemred voa-islam.com menantang ketemuan di Mabes Polri, sang peneror tak menjawab. Ditelpon berulang-ulang pun tak diangkatnya.
Dalam analisa redaktur voa-islam.com, pengakuan pembela Syi’ah yang mengaku Letkol Sudarmono dari Bareskrim Mabes Polri itu jelas bohong besar. Karena di Mabes Polri tidak ada pangkat Letkol. Saat ini, jabatan setingkat Letkol adalah AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi). Karenanya, sesaat sebelum berita ini diturunkan, voa-islam.com kembali mengirimkan pesan singkat kepada pembela Syi’ah yang mengaku bernama Letkol Sudarmono:
“Halo, letkol sudarmono. Kapan kita ketemu di Mabes Polri? Kamu tidak mau menjawab karena kamu pembohong. Hari gini mana ada pangkat Letkol di Mabes Polri? Ah, ngibul kamu!! Jadilah orang beragama yang jujur. Karena kejujuran menuntun ke surga, dan kebohongan menuntun ke neraka. Hiasilah akhlak dengan ash-shidqu, jangan bertaqiyyah. Wassalam” (dikirim 20 Januari 2012 pukul 15:01 WIB).
Voa-islam.com menurunkan berita kesesatan Syi’ah bukan tanpa argumen dan landasan. Di tingkat nasional, soal kesesatan Syi’ah sudah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Maret 1984. Dalam fatwa yang ditandatangi oleh Prof. KH Ibrahim Hosen LML (Ketua) dan KH Musytari Yusuf LA (Sekretaris), MUI menyatakan bahwa faham dan akidah Syi’ah berbeda dengan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang dianut oleh Umat Islam. Karenanya, MUI mengimbau umat Islam agar mewaspadai masuknya faham dan ajaran Syi’ah.
PBNU pernah mengeluarkan surat resmi Nomor: 724/A. II. 03/10/1997, 12 Rabiul Akhir 1418 H/14 Oktober 1997 M yang ditandatangani Rais Aam KH M Ilyas Ruhiat dan Katib Aam KH M Dawam Anwar. Mengingatkan kepada bangsa Indonesia agar tidak terkecoh oleh propagandis-propagandis Syi’ah, dan perlunya umat Islam bangsa Indonesia mengetahui perbedaan prinsipil ajaran Syi’ah dengan Islam.
….Bila punya data dan hujjah yang tidak terbantahkan, sampai berkalang tanah pun voa-islam.com tidak akan menghapus berita-berita kesesatan Syi’ah….
Departemen Agama RI (sekarang Kemenag RI) juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: D/BA. 01/4865/1983, 5 Desember 1983 tentang, “Hal ihwal Mengenai Golongan Syi’ah” menyatakan bahwa ajaran Syi’ah tidak sesuai bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.
Atas dasar itulah, maka voa-islam.com tidak akan menggubris teror pesan singkat dari pembela Syi’ah yang mengatasnamakan Bareskrim Mabes Polri. Bila punya data dan hujjah yang tidak terbantahkan, sampai berkalang tanah pun voa-islam.com tidak akan menghapus berita-berita kesesatan Syi’ah. [taz] (voa-islam.com) Jum’at, 20 Jan 2012
(nahimunkar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More