IJABI Menjelek-jelekkan Sahabat Nabi

Diskusi panel dengan tema “mengkaji pemikiran spekulatif syi’ah dan pengaruhnya terhadap ukhuwah islamiyah di indonesia” telah terlaksana dengan baik pada hari sabtu, 5 feb 2011, di gedung Mulo, nara sumbernya ialah Prof. Dr. H.M. Baharun, M.A. penulis buku “epistimologi antagonism syi’ah, dari imamah sampai mut’ah”, Prof. Dr. H. Minhajuddin, M.A. ketua komisi fatwa MUI sul-sel, dan Ust. Ilham Jaya, Lc, M.Ag. mantan direktur STIBA wahdah. 


Meskipun guyuran hujan yang lebat sejak malam sabtu, sampai acara selesai, namun pesertanya cukup banyak dan mengikuti acara sampai selesai menjelang shalat ashar. Berdasarkan makalah para nara sumber, data-data dari tulisan golongan Syi’ah (IJABI sul-sel) serta masukan-masukan dari peserta, maka dihasilkan beberapa bukti pernyataan dan rekomendasi antara lain:

1. Mendukung keputusan MUI tahhun 1984 bahwa faham SYI’AH mempunyai perbedaan pokok dengan madzhab sunni yang dianut oleh umat islam Indonesia, antara lain; Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman, sedangkan Ahlu sunnah mengakui keempat Khulafa’ur Rasyidin, maka Majlis Ulama menghimbau Umat islam Indonesia yang berfaham Ahlu Sunnah wal Jamaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran syi’ah; Fatwa MUI 1997, tentang Nikah Mu’tah yang menyebutkan:
2. bahwa praktek Nikah Mut’ah tersebut telah menimbulkan keprihatinan, kekhawatiran dan keresahan bagi orang tua, ulama’, pendidik, tokoh masyarakat dan Umat Islam Indonesia pada umumnya, serta dipandang sebagai alat propaganda faham syi’ah di Indonesia.
3.bahwa mayoritas umat islam Indonesia adalah penganut paham sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) yang tidak mengakui dan menolak paham syi’ah pada secara umum dan ajarannya tentang nikah mut’ah secara khusus; Surat Edaran Depag No: D/B 170114865/1983, tgl, 5 des 1983, tentang: hal ihwal mengenai golongan Syi’ah, bahwa yang berkuasa di iran sekarang ini adalah golongan syi’ah imamiyah.
Di anatara ajaran-ajaran syi’ah imamiyah adalah sebagai berikut: a. mereka menganggap Abu bakar & Umar telah merampas jabatan khalifah dari pemiliknya, yaitu Ali, oleh karena itu mereka memaki dan mengutuk kedua beliau tersebut semua itu (ajaran-ajaran syiah a s.d. g yang disebut dalam edaran tersebut)  tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran islam yang sesungguhnya.
golongan Syiah dan IJABI telah menulis buku, makalah, bulletin serta tulisan di surat kabar yang isinya melukai perasaaan keagamaan kaum muslimin dengan berbagai tuduhan kepada sahabat Nabi saw dan tokoh ulama antara lain:
a. Umar ra (Khalifah Kedua kaum muslimin) meragukan kenabian Rasulullah saw
b. Muawiyah kafir dan bensi Nabi saw disebut dalam adzan
c. Abu Bakar ra dilaknat
d. Az-Zuhri termasuk pencipta hadis maudhu’, Said bin Al-Musayyib khawarij munafik. Sufyan at Tsauriy melakukan tadlis dan meriwayatkan hadis dari para pendusta
e. para sahabat merobah-robah agama dan murtad sepeninggal Nabi saw
kesimpulan ini akibat memanipulasi dalil serta menggunakan dalil yang lemah
3. golongan syiah dan IJABI telah mempraktekkan Ajaran yang keliru/ diharamkan seperti: Shalat tiga waktu, nikah mut’ah dan acara mendoakan laknat atas sahabat
4. sikap syiah kepada sahabat Nabi saw adalah pelecehan terhadap Allah, RasulNya, Al-Quran karena masing-masing telah memuji para sahabat
5. Dipandang perlu untuk mensosialisaikan penyimpangan Syiah ketengah-tengah masyarakat
6. menyerukan masalah ini diselesaikan secara hokum tidak secara kekerasan
Menjelek-jelekkan sahabat
Ketua IJABI Sul-Sel menyangka bahwa pernyataan LPPI Perw. IndTim, tentang mazhab mereka (IJABI) yang menuding sahabat merobah-robah agama dan telah murtad dan bahwa Abu Bakar ra telah dilaknat oleh Rasulullah saw itu tidak berdasarkan fakta, tidak memahami konteks secara menyeluruh. Untuk itu kami mengutip dari bulletin At-Tanwir no. 298, 10 Muharram 1431 H/27 Des 2009, tulisan Prof. Jalaluddin Rakhmat; “jadi sepeninggal Nabi, agama sudah banyak berubah. Dan hal seperti ini pun sebenarnya sudah pernah disebutkan Nabi ketika beliau masih hidup. Saya pernah berniat untuk mengumpulkan perubahan-perubahan dalam agama seperti ini, sebagai bahan disertasi doctor saya dalam bidan agama. Perubahan- perubahan itu banyak saya temukan di kitab-kitab hadis. Banyak hal baru yang saya temukan  yang diciptakan oleh para sahabat Nabi. Salah satunya apa yang disebutkan oleh Al- Bara’ tadi.
Didalam shahih Bukhari dan juga Shahih Muslim. Nabi bercerita temtamg hari kiamat-kata Rasulullah-aku akan menunggu di telaga al-kautsat, kemudian datanglah kepadaku serombongan orang yang mengenalku dan aku mengenal mereka. Begitu dekat tiba-tiba mereka ditarik dan aku berteriak, “Ini sahabatku, ini sahabatku”, Lalu dikatakan kepadaku: Kamu tidak tahu bahwa mereka sudah mengubah-ubah agama sepeninggalmu:, Lalu Rasulullah saw berdabda: “Semoga dijauhkan dari kasih saying Allah buat orang-orang yang mengubah agama sepeninggalku”
Masih dalam Shahih Bukhari diriwayatkan oleh beberapa sahabat lain, diantaranya ialah Abu Hurairah, Abu Hurairah berkata: Ketika sahabat-sahabat itu digiring dijauhkan, Rasulullah bertanya, “Mau dibawa kemana itu sahabatku?” Ke nereka jawabnya. Lalu dikatakan kepada rasulullah saw: “Tidak henti-hentinya mereka itu murtad meninggalkan agama kamu setelah engkau meninggalkan mereka , “ Innahum lam yazaalu murtaddiina ‘ala a’qabihim mundzu faaraqtahum. Rasulullah sangat sedih, bahwa sahabatnya akan murtad sepeninggal dia
Dalam buku 40 Masalah Syiah hal 80-81 Emilia Renita AZ (istri Prof Jalal) menulis, “ adalat sahabat bertentangan dengan sunnah ,dengan dalil yang sama, hadis Al-Bara’ bin Azib dan hadis haud, yang, “sahabat merobah-robah agama dan murtad” juga dalam buku idola Syiah dan IJABI, “Akhirnya kutemukan kebenaran” hal 124-126, Dr. Muhammad Tijani menulis; pandangan Rasul tentang sahabat, berdasarkan hadis haudh (sama dalilnya Prof.Jalal, Emilia). Orang yang merenungkan makna hadis-hadis seperti ini diriwayatkan sendiri oleh ulama ahlussunnah wal jamaah dalam berbagai kitab shahih mereka, tidak akan ragu-ragu lagi untuk mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan sahabat telah berubah bahkan telah berbalik (disebut dalam kitab aslinya irtaddu-telah murtad) setelah wafatnya Nabi; melainkan segelintir kecil saja yang di ibaratkan oleh Nabi seperti  sekelompok unta yang tersisih. Hadis ini tidak dapat ditafsirkan bahwa ia ditujukan untuk golongan orang-orang munafik,mengingat nash yang berkata; “ sahabatku-sahabatku” (demikian kata Dr. Tijani)
Dalam bukunya Furu’ Al-kafi  hal 115 Al Kulaini meriwayatkan dari ja’far: semua sahabat sepeninggal Nabi saw murtad (keluar dari Islam ) kecuali tiga kemudian saya bertanya siapakah ketiga sahabat ini?
Ia menjawab: “ Al Miqdad bin al Aswad, Abu Dzar al Ghifari dan Salman al Farisi. Jadi pernyataan tentang sahabat merubah-rubah agam, dan murtad itu sudah menjadi keyakinan  oleh syiah dan dianut oleh IJABI sesuai pernyataan al Kulani, Dr. Tijani, Rof Jalal dan Istrinya Emilia
Apakah tuduhan seperti ini bukan menjek-jelekkan sahabat, mengatakan sahabat merobah agama dan murtad. Masih adakah tuduhan yang lebih keji dari pada murtad? Inikah yang disebut sikap kritis dengan argument yang rasional, data historis yang valid dan penyampaian yang beretika . imam bukhari dan muslim yang meriwayatkan hadis ini apakah berpendapat sahabat murtad? Imam ibnu hajar pensyarah sahih bukhari serta imam Annawawi pensyarah sahih Muslim apakah berpendapat demikian? Ibnu katsir At Thabari dan ahli tafsir lainnya apakah berpendapat demikian? apakah tuduhan murtad sesuai dengan pujian para shabat ra, muhajirin dan ansor serta yang islam dan berinfak sebelum dan sesudah fathul makah? Allah menegaskan dalam Al Qur’an: Kaum muhajirin dan ansor dan orang-orang yang menggikuti mereka dengan baik, Allah telah ridho kapada mereka dan mereka pun ridho kapada Allah. Allah janjikan surga kepada mereka ( QS. At-Taubah: 100) di ayat lain : Orang muhajirin adalah orang yang benar, orang ansor adalah orang yang beruntung.

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More