ISU NII ?!

Ketegasan pemerintah sangat ditunggu, bila tidak, muncul kecurigaan NII sengaja dipelihara. “Tapi pemerintah tidak bisa bertindak atau sengaja tidak bertindak,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan dalam diskusi di gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Di tempat lain, Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (DPD), AM Fatwa menyebutkan, mendiang Ali Moertopo merekrut mantan pejuang DI/TII yang kini dinamakan Negara Islam Indonesia (NII) untuk melakukan aksi-aksi radikal. Mantan pejuang DI/TII, atau kini NII itu, ditipu oleh seorang intelijen, Djaelani.
***
Inilah beritanya:
Ketua MUI: Pemerintah Tidak Tegas Tindak NII
Jakarta (SI ONLINE) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mendesak pemerintah segera bertindak tegas terhadap Negara Islam Indonesai (NII) yang akhir-akhir semakin meresahkan masyarakat.
“Penyelesaiannya, pemerintah harus tegas. Sebenarnya lokasi-lokasi, tempatnya dan siapa yang bertanggung jawab, pemerintah sudah tahu,” kata Ketua MUI Amidhan dalam diskusi di gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Amidhan menyayangkan ketidaktegasan pemerintah, menurutnya, ketidaktegasan pemerintah membuat negara dikalahkan NII. “Isu NII saja sudah melanggar NKRI, masa ada negara dalam negara, mereka sudah dalam bentuk kepemerintahan, ada menteri presiden dan gubernur,” ujarnya.
Menurut Amidhan, Aparat penegak hukum juga terkesan lamban merespon temuan awal gerakan yang memiliki modus penipuan ini. Intelijen dalam penilaiannya juga gagal. “
Setelah ada penculikan atau pencucian otak, setelah ada warga yang melapor kehilangan, baru dicari. Intel pasti tahu, tak mungkin tidak terdeteksi,” ucapnya.
Ketegasan pemerintah sangat ditunggu, bila tidak, muncul kecurigaan NII sengaja dipelihara. “Tapi pemerintah tidak bisa bertindak atau sengaja tidak bertindak,” ujarnya.
Amidhan menjelaskan tahun 2005 MUI pernah melakukan penelitian di Pondok Pesantren Al-Zaytun. Hasil penelitian MUI menemukan adanya dua entitas. Pertama, Al-Zaytun itu sendiri dan KW9.
“Di sana (Al-Zaytun) ada lingkar luar dan ada lingkar dalam,” kata Amidhan. Amidhan menjelaskan yang berada di lingkar dalam itulah yang ajarannya aneh, dan ada kemungkinan adanya hubungannya dengan NII, maupun KW9.
“Hasil penelitian ini sudah MUI di sampaikan ke Depdiknas dan Mabes Polri. Aparat tahu sekali, intelijen juga tahu. Kami tahu itu, tapi itu bukan domain dan otoritas kita. Makanya kita serahkan ke aparat keamanan,” kata Amidhan.
Amidhan juga menjelaskan, berbagai peristiwa kekerasan seperti di Cikeusik, Temanggung adalah sesuatu yang sengaja dibuat untuk menyudutkan umat Islam. Suaraislam.com
Sementara itu hidayatullah.com memberitakan ada tokoh nasional di balik NII. Inilah beritanya:
AM Fatwa Dulu Ali Murtopo Aktor di Balik NII
Hidayatullah.com–Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (DPD), AM Fatwa, menyatakan, di balik NII dulu ada Ali Murtopo yang dikenal sebagai petinggi militer Indonesia. Fatwa menuding Ali sebagai aktor penting yang bermain di balik aksi radikal berupa pemboman yang terjadi dahulu.
“Dia mengadopsi konsep komando jihad Abdul Kadir Jaelani,” ungkapnya di tempat kerja, Kamis (28/4).
Komando jihad Abdul Kadir dinilainya tidak masalah karena merangkul anak muda untuk melakukan aksi-aksi positif, mengaktualisasikan potensi diri, dan mengembangkan minat, dan bakat. Berbeda dengan komando jihad bentukan Ali, cenderung mengarah kepada aksi-aksi radikal yang meresahkan, bahkan mengancam keamanan dan pertahanan negara.
“Ini NII baru,” jelas Fatwa.
Fatwa menyebutkan, mendiang Ali Moertopo merekrut mantan pejuang DI/TII yang kini dinamakan Negara Islam Indonesia (NII) untuk melakukan aksi-aksi radikal. Mantan pejuang DI/TII, atau kini NII itu, ditipu oleh seorang intelijen, Djaelani.
Kelompok inilah yang merusak kantor polisi dan merekayasa pembajakan Pesawat Garuda Indonesia di Woyla, Thailand. Selain itu, kelompok ini diduga terlibat rekayasa sejumlah kasus kekerasan, seperti pencurian senjata api di sebuah tempat.
Bagaimana dengan NII sekarang, apakah sama dibuat oleh Ali Moertopo atau antek-anteknya? Fatwa tidak menjawab. “Saya tidak mengetahui masalah itu,” ungkapnya.
Dia hanya menjelaskan permasalahan Darul Islam (DI) atau Tentara Islam Indonesia (TII) sudah ada sejak lama, bahkan sampai saat ini.
"Ketua MUI: Isu NII, Pemerintah Tidak Bisa Bertindak atau Sengaja…"Hidayatullah.com, Kamis, 28 April 2011
(nahimunkar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More