Aqidah Golongan Yang Selamat


1.       Aqidah menurut bahasa ialah berasal dari kata aqad artinya ikatan atau mengikat sesuatu. Jika seseorang berkata ; “aku beraqidah demikian, maksudnya aku mengikatnya dalam hati dan batinku. Jadi aqidah ialah sesuatu yang diyakini. Kalau  dikatakan aqidahnya baik artinya aqidahnya kuat dan kokoh, tidak dicampuri dengan syak, keragu-raguan. Aqidah ialah pekerjaan hati, yaitu keyakinan hati kepada sesuatu dan pengakuan akan kebenarannya 1.
2.       Aqidah menurut istilah ialah keimanan yang kuat kepada  Allah dan kewajiban mentauhidkanNya, iman  kepada malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhirat dan kepada takdir yang baik dan buruk serta beriman kepada hal-hal yang berkaitan dengan pokok-pokok iman diatas
Sebagian ulama menamai aqidah ini sebagai ushuluddin (pokok-pokok agama) dan sebagiannya menamainya al-Fiqhul al-Akbar (fiqhi yang besar). Yang demikian itu karena agama ini terbagi kepada I’tiqadiyyah dan amaliyyah. Amaliyyah ialah yang berhubungan denga kaifiyat amal, seperti shalat, zikir, zakat, jual beli dan lainnya yang disebut furu’-furuiyyah-(masalah cabang atau ranting) atau fiqhul ashghar (fiqhi kecil). Adapun aqidah ialah masalah-masalah pokok agama, sehingga masalah ini sangat penting karena ia yang menentukan sah atau tidaknya  suatu amal.  Jika aqidah benar maka amal diterima dan jika aqidah salah maka amalnyapun tertolak2
3.    Aqidah yang benar ialah “al Firqah an Naajiah minal salaf” yaitu golongan yang selamat dari kalangan umat terdahulu , sesuai hadis: Dari Abdullah bin Amr ra berkata, Rasulullah saw bersabda;

وَإِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

…dan bahwasanya Bani Israil telah bercerai berai menjadi 72 aliran dan ummatku akan bercerai menjadi 73 aliran, semua masuk neraka, kecuali satu aliran. Para sahabat bertanya: siapa aliran yang satu itu yaa Rasulullah? Jawab beliau: Ialah mereka yang mengikuti jejakku dan para sahabatku3. H.R. Tirmidzi. Maka yang dimaksud jejakku adalah sunnahku (sunnah Nabi saw)
4.       Jadi al Firqah an Naajiyah (golongan yang selamat) dari salaf (orang –orang trdahulu) ialah yag selalu berlandaskan sunnah Nabi saw dan sunnah para sahabat, karena sunnah Nabi saw adalah penjelasan terhadap Al-Quran , sesuai Firman Allah S. An-Nahl, 16:44

44.Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,


Jadi mereka ialah orang –orang yang berpegang kepada dua landasan hukum Islam yaitu Al-Quran dan Hadis Nabi saw sesuai pemahaman dan pengamalan para sahabat Nabi saw
Mengikuti pemahaman dan cara pengamalan para sahabat dalam beragama merupakan sikap yang sangat terpuji dan menjadikan seeorang berhak mendapatkan ridha Allah dan surgaNya, sesuai  ayat 100 Surah At-Taubah;

100. orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

5.      Nama lain dari al Firqah an Naajiyah seperti diatas ialah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Mereka disebut Ahlus Sunnah karena komitmen memegang sunnah Nabi saw dan sunnah  para khulafaur Rasyidin, pemimpin para sahabat Nabi saw. Sabda Nabi saw:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِي اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

…Sungguh siapa yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak. Berpeganglah dengan sunahku dan sunah Khulafa' Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi geraham. (H.R. Ahmad)
Mereka disebut Jamaah karena mereka berkumpul dalam satu kelompok (jamaah) yang selalu berpegang pada kebenaran, yaitu berpegang kepada Sunnah Nabi saw dan sunnah para sahabat ra. Sabda Nabi saw

إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَهَلَكَتْ سَبْعُونَ فِرْقَةً وَخَلَصَتْ فِرْقَةٌ وَاحِدَةٌ وَإِنَّ أُمَّتِي سَتَفْتَرِقُ عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَتَهْلِكُ إِحْدَى وَسَبْعِينَ وَتَخْلُصُ فِرْقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ تِلْكَ الْفِرْقَةُ قَالَ الْجَمَاعَةُ الْجَمَاعَةُ

"Bani Isra'il terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, akan binasa tujuh puluh golongan dan tersisa satu golongan saja. Dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, akan binasa tujuh puluh satu golongan, dan yang selamat hanya satu golongan saja." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah siapakah golongan tersebut?" beliau menjawab, "Yaitu jama'ah, Yaitu jama'ah." (H.R. Ahmad)
Juga Nabi saw menegaskan bahwa tidak akan bersepakat ummatku atas kesesatan. Sehingga jika ada masalah yang telah disepakati oleh umat Nabi saw, terutama kesepakatan para sahabat maka hal itu juga merupakan kebenaran yang mestinya diikuti. Beliau saw bersabda:
َيَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَة
".. Tangan Allah bersama Al Jama'ah,.. (H.R. Tirmizi)
Sebagaimana al Firqah an Naajiyah disebut juga salafush shaleh, yaitu para pendahulu dalam agama ini, yakni para sahabat, tabi’in, dan tabiit tabi’in serta para imam yang disepakati oleh kaum muslimin sebagai imam yang adil.

Nabi saw bersabda
خَيْرُ أُمَّتِي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

"Sebaik-baik ummatku adalah yang orang-orang hidup pada zamanku (generasiku) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka kemudian orang-orang yang datang setelah mereka"(H.R. Bukhari)
Didalam tafsir Ibnu Katsir  disebutkan tentang keutamaan Ahlus Sunnah wal Jamaah :  

وقوله تعالى: { يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ } يعني: يوم القيامة، حين تبيض وجوه أهل السنة والجماعة، وتسودّ وجوه أهل البِدْعَة والفرقة، قاله ابن عباس، رضي الله عنهما


Firman Allah: Pada hari yang waktu itu, ada muka yang putih berseri, dan adapula muka yang hitam muram. Surah Ali Imran,3:106. Maksudnya: hari kiamat disaat putih berseri wajah-wajah Ahlus Sunnah wal Jamaah dan hitam muram wajah ahlil bid’ah (pengikut bid’ah) dan ahlul firqah (golongan yang berrpisah dari kebenaran). Ini dikatakan oleh Ibnu Abbas ra.


Kesimpulan:
1.  Golongan yang selamat dari para salaf ialah yang berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi saw serta pemahaman dan pengamalan para sahabat dan pengikutnya
2.   Golongan ini disebut juga Ahlus Sunnah wal Jamaah atau disebut pula Salafush Shaleh
3.   Istilah itu perlu ditegaskan untuk membedakan antara golongan yang selamat dengan  orang-orang yang menyimpang dalam Islam, antara lain karena:
a.  Mendahulukan akal dan filsafat daripada nash, seperti golongan Mu’tazilah, Jahmiyyah dll.
b. Mendahulukan perkataan dan pendapat imam-imamnya daripada nash, seperti golongan syiah (rafidhah), sufi yang menyimpang, dll.
c.   Mendahulukan perasaan dan semangat toleransi, HAM dari pada nash, seperti JIL
d.   Mendahulukan pendapat pribadi yang tidak utuh, tanpa merujuk kepada pemahaman dari ulama yang mu’tabar seperti kaum khawarij, yang menempuh jalan kekerasan dalam dakwah, sehingga membantah dan memberontak kepada pemerintah yang sah.
 H.M. Said Abd. Shamad,Lc (penyesuaian editor)
                                                                                                                                                                               
Keterangan rujukan:
1.        DR. Shaleh bin Fauzan, “Aqidah Tauhid” hal 5
2.        DR. Abdullah bin Jibrin, “Tas hiylul Aqidah Al-Islamiyah”  hal 2
3.        Putusan tarjih Muhammadiyah hal, 11 dan 21
4.        Maktabah Syamilah, tafsir Ibnu Katsir Surah Ali Imran,3:106

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More