Kapan MUI Menolak Paham Syiah?, ini penjelasan MUI

Ustadz Irfan Helmi ‎(komisi fatwa MUI Pusat)

Sehubungan banyaknya pertanyaan terkait berita bahwa "Hari ini MUI Resmi Tolak Syiah Masuk ke Indonesia", -wa billahit taufiq- ana sampaikan hal2 sbb: 

1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah lama menolak paham Syiah. Hal ini ditegaskan misalnya dlm fatwa MUI Th 1997 ttg Nikah Mut'ah yg berbunyi : ‎
"Bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama'ah) yang tidak mengakui dan menolak paham Syiah secara umum." [Baca: Himpunan Fatwa MUI sejak 1975: 376]

2. Penolakan MUI thd paham/aqidah Syiah juga ditegaskan oleh Ketua Umum MUI periode 1985-1998. Ketika ditanya kenapa menolak atau tidak menyetujui Syiah? Beliau menjawab : "Kami (ingin) menyelamatkan aqidah kami, menyelamatkan umat kami." [Lihat: Mengapa Kita Menolak Syiah hal xxxiii, tgl 21 Sep 1997]
3. Bahkan penolakan scr halus juga dismpkan oleh Prof. Dr. Buya Hamka (Ketua Umum MUI periode 1975-1980) tatkala menerima kedatangan 4 pemuda Iran yg ingin datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Islam Syiah di Indonesia. Beliau berkata, "Boleh (anda) datang sbg tamu tetapi ingat, kami adalah bangsa yg merdeka dan tidak menganut Syi'ah". [Baca: buku panduan MUI ttg Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia hlm 139]
Kesimpulan : MUI sdh sejak lama secara resmi menolak paham Syiah, bukan sejak tahun ini (2015) sbgmn diberitakan di media. 

Hakikat Ajaran Syiah (4)





Perkataan ulama Islam mengenai Syiah, bagaimana pandangan mereka tentang kelompok Syiah Raafidhah.

1. ‘Alqamah bin Qais An-Nakha’i rahimahullah (Tokoh Tabi’in, w.62 H)

“عَنْ عَلْقَمَةَ، قَالَ: ” لَقَدْ غَلَتْ هَذِهِ الشِّيعَةُ فِي عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَمَا غَلَتِ النَّصَارَى فِي عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ

Dari Alqamah, ia berkata, “Sungguh Syiah ini telah berlebih-lebihan terhadap Aliradhiallahu ‘anhu sebagaimana berlebih-lebihannya Nashara terhadap ‘Isa bin Maryam.” (Diriwayatkan Abdullah bin Ahmad bin Hanbal dalam As-Sunnah no. 1115 dan Al-Harbiy dalam Ghariibul-Hadiits, 2:581, shahih).

Hakikat Ajaran Syiah (3)



 5. Orang Syiah –dalam hal ini diwakili oleh Khomaini– mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menyembunyikan sebagian risalah dan gagal membina umat.
Khomaini –semoga Allah memberikan balasan setimpal kepadanya- berkata,
وواضح أنَّ النبي لو كان بلغ بأمر الإمامة طبقاً لما أمر به الله، وبذل المساعي في هذه المجال، لما نشبت في البلدان الإسلامية كل هذه الإختلافات….
“Dan telah jelas bahwasannya Nabi jika ia menyampaikan perkara imamah sebagaimana yang Allah perintahkan (padanya) dan mencurahkan segenap kemampuannya dalam permasalahan ini, niscaya perselisihan yang terjadi di berbagai negeri Islam tidak akan berkobar…..” (Kasyful-Asrar, Hal. 155).

Hakikat Ajaran Syiah (2)


3. Orang Syiah Rafidhah Tidak Menggunakan Riwayat Ahlussunnah

Dengan kata lain, Syiah tidak menggunakan hadis-hadis Ahlussunnah –yang merupakan referensi kedua setelah Alquran– dalam membangun agama mereka. Ini merupakan konsekuensi yang timbul dari poin kedua karena mereka mengafirkan para sahabat yang menjadi periwayat as-sunnah/al-hadis. Ini adalah satu kenyataan yang tidak akan ditolak kecuali mereka yang (maaf) bodoh terhadap agama Syiah dengan kebodohan yang teramat sangat, atau mereka yang sedang menjalankan strategi taqiyyah. Mungkinkah mereka (Syiah) akan mengambil riwayat dari orang yang telah mereka katakan murtad (sahabat nabi) dari agamanya?!