Ulama Syiah Memberikan Sambutan di Masjid Istiqlal, Musibah

Emilia: "Karbala, Tanah yang Diberkahi Sebelum Makkah dan Madinah"

Dalam status BBM nya, mantan Sekretaris IJABI (ormas Syiah) Pusat ini menuliskan pernyataan menyesatkan. 

Pernyataan ini menggambarkan keyakinan Syiah mengenai kedudukan Tanah Suci Makkah dan juga Madinah yang berada dibawah derajat keberkahan tanah Karbala.

Ungkapan itu semakin membuat kita yakin bahwa aliran Syiah yang ada di Indonesia benar-benar sesat. Bukan lagi kitab-kitab ulama mereka yang menuliskan kesesatan-kesesatan Syiah. Tapi sudah diutarakan langsung oleh da'i-da'i mereka disini.

Gambaran sikap extremnya (ghuluw) mereka terhadap tanah Karbala adalah menjadikan Karbala sebagai syiar agama Syiah.

Bagi kaum Muslimin adalah sebuah kenikmatan besar jika bisa mendapatkan rezki umrah ke Mekkah, apalagi haji. Tapi bagi Syiah, belumlah afdhal jika dalam hidupnya tidak berziarah ke Karbala. Karena itu mereka punya menyediakan agen tour dan travel  yang dikhususkan kesana.

Begitu juga, pengagungan mereka pada tanah tempat terbunuhnya cucu Nabi tecinta, al-Husein radhiyallahu 'anhu ini sampai pada tahap menjadikan tanah itu sebagai tanah yang diperebutkan berkahnya dan dijadikan obat yang manjur bagi segala penyakit. Dan bahkan dijadikan pula sebagai tempat sujud.

http://1.bp.blogspot.com/-1WUwcAg3QAk/UJfJbM6_f8I/AAAAAAAAAE4/oH_J0PlD0p4/s1600/waduh.jpg

Keji, Abu Bakar, Umar, dan Utsman Disebut 3 Idiots

LPPIMAKASSAR.COM-Penganut sekte sesat Syiah kembali menulis nama-nama istri dan sahabat Nabi Saw dikakinya yang terkutuk.

Nama-nama sahabat dan istri Nabi yang tertulis di kaki hina itu adalah, Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Muawiyah radhiyallahu anhum ajma'in. 

Bahkan saking kejinya, masing-masing nama mulia ini ditulis di jari-jari kakinya satu persatu. Dan tiga khulafa' rasyidah dihina dengan sebutan 3 idiots.

Ini menunjukkan betapa dalam dan besarnya kebencian mereka, sekte sesat syiah, kepada orang-orang yang Allah SWT telah ridhai tersebut. Semoga dia mendapatkan adzab yang pedih dari Allah.

Imam Malik rahimahullah berkata, "Sesungguhnya mereka ini ingin menghina Rasulullah, tapi mereka tidak bisa. Mereka pun mencela sahabatnya, supaya dikatakan, orang buruk hanya berteman dengan kawannya yang buruk pula, jika seandainya dia orang shalih pasti sahabatnya juga orang-orang shalih"

Emilia: “Karena Hadis Palsu, Hari Berduka Asyura Dijadikan Hari Berkah. Keterlaluan”

Kembali istri muda tokoh Syiah Indonesia, Jalaluddin Rakhmat, membuat pernyataan yang menyesatkan berkaitan dengan Asyura. Pada akun BBMnya dia menulis,
“Aya-aya wae!! Masa 10 Muharram yang bikin Nabi Saw berduka dijadikan hari berkah sampai harus berpuasa segala? Keterlaluan ah, bikin hadis palsunya..”
Menuduh orang yang berpuasa pada hari itu sebagai ekspresi gembira atas meninggalnya Imam Husein radhiyallahu anhu, sungguh tuduhan tak berdasar. Teganya kaum Muslimin puasa pada hari itu hanya untuk mengungkapkan kesyukuran atas meninggalnya cucu Nabi tersebut. Sungguh amat buruklah akhlak umat Islam terhadap keluarga Nabi tercinta, jika memang begitu maksudnya.
Padahal Nabi telah merutinkan puasa Asyura ini puluhan tahun sebelum Imam Husein terbunuh di Karbala. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melaksanakan puasa ini sebagai ekspresi kesyukuran kepada Allah atas diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya, dan itu terjadi pada tanggal 10 Muharram.