Kencingi Masjid Nabawi, Penganut Syiah Iran Dihukum Cambuk


Seorang penganut aliran sesat Syiah asal Iran dikenakan hukum cambuk oleh aparat keamanan Kota Suci Madinah al-Munawwarah.

Pasalnya, penganut aliran sesat ini menodai kesucian Masjid Nabawi Asy-Syarif dengan mengencinginya.

Selain hukum cambuk sebanyak 50 kali dan diulang 3 kali, pelaku pengotoran Masjid Nabawi ini juga dihukum penjara 1,5 tahun. 

Pelaksanaan hukuman cambuk sendiri dilaksanakn tepat dibagian utara Masjid Nabawi.

Usai Promosi Doktor, Jalaluddin Rakhmat Disebut Nabi


Setelah gagal mempertahankan disertasi doktoralnya, Jalaluddin Rakhmat kembali menulis disertasi yang kedua untuk program By Research nya ini.

“Saya sedang menulis sebuah disertasi yang kedua, dan ini mungkin disertasi yang paling lama yang saya kerjakan. Ini jadi sekian lama karena mungkin satu-satunya disertasi yang mendapat tekanan dari penduduk di sekitarnya. Sudah pernah didemo beberapa kali dan saya mau diancam mau dihukum mati (?). Kemudian dilaporkan ke polisi karena disertasi itu, yang belum terbit, baru dalam tahap proses pembuatan.” Jelasnya sebagaimana dilaporkan oleh TribunIslam.com (15/10/2014)

Lapor ke DPRD, Doktoral Jalaluddin Rakhmat Dinilai Langgar UU Pendidikan Tinggi

Rencana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar melanjutkan program Doktoral Jalaluddin Rakhmat kembali disoal. Proses administrasi yang dinilai melanggar sejumlah aturan dilaporkan sejumlah lembaga ke DPRD Sulsel, Kamis 15 Januari 2015.
Mereka yang melaporkan dugaan skandal dunia pendidikan tinggi ini antara lain, Pemuda KPPSI Sulsel, Hidayatullah Sulsel, Lembaga Pemburu Aliran Sesat (LPAS) dan sejumlah dai,. Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Front Pembela Islam, Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulsel, Wahdah Islamiyah, serta Forum Ummat Islam, serta Gerakan Nasional Cinta dan Tadabbur Alquran Nasiona (Getar-Qu) Sulsel.
Laporan dan penyampaian unjuk rasa ini diterima langsung anggota DPRD Sulsel Asriadi Arsyad. Aksi penyampaian aspirasi ini berlangsung damai dan tertib. Mereka memasang spanduk besar di depan gedung DPRD Sulsel dengan bunyi ” Skandal Pendidikan Tinggi di UIN Alauddin Makassar, Program Doktoral Jalaluddin Rakhmat Langgar Aturan Dikti, Statuta UIN, dan UU Pendidikan Tinggi.”

Bagi-bagi Qur'an di CFD, Ulil: Kok gak ada yang protes?!


Ulil Absar Abdalla, Tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal) kembali melempar pernyataan sensitif di media sosial Twitter.

Kali ini berkaitan dengan program bagi-bagi al-Qur'an secara gratis di tengah-tengah Car Free Day.

Berikut ini beberapa kicauan pada akun pribadinya, @ulil,

"Pernah saya baca di twitter sejumlah protes atas kegiatan "kristenisasi" di tengah2 Car Free Day. Misalnya dg membagikan kalung merpati."

"Tadi saya nggowes di Sudirman-Thamrin, dan saya lihat ada gerakan Bagi Bagi Quran. Apakah akan diprotes jg sbg Islamisasi?"

"Sudah tiga kali saya melihat gerakan Bagi Bagi Quran di tengah2 kegiatan CFD ini. Kok ngga ada yg protes ini ya sbg "Islamisasi"? :)"

Ulil bahkan tidak risau jika kegiatan serupa dilakukan oleh agama lain seperti kristenisasi dan hinduisasi.

"Jl. Sudirman-Thamrin adalah ruang publik. Siapapun boleh lakukan kegiatan apa saja: Islamisasi, Kristenisasi, Hinduisasi, kratingdengisasi."